Thursday, 22 February 2018

Mensos : Kini Lebih Banyak yang Mengedepankan Intrik

Kamis, 15 Februari 2018 — 5:57 WIB
, Idrus Marham (julian)

, Idrus Marham (julian)

JAKARTA – Menteri Sosial Idrus Marham menilai selama ini ada kesalahan dalam memahami sejarah bangsa, serta memaknai semangat patriotik pahlawan.

Kesalahan ini memunculkan masyarakat yang kurang produktif baik dari segi perilaku maupun pemikiran mereka selama ini.

“Kita memandang sejarah seolah membaca buku catatan masa lalu saja. Kita melihat pahlawan hanya melalui foto yang terpampang saja tanpa berusaha memaknai lebih dalam apa makna dari perjuangan itu sendiri,” katanya, dalam Sarasehan Nasional Keindonesiaan Dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Menghadapi Tantangan Global dan Lokal, Rabu (14/2).

Dikatakan Idrus, saat ini lebih banyak orang yang berpikir pragmatis dan cenderung lebih mengedepankan intrik atau bahkan fitnah. Sehingga, persoalan bangsa bukan hanya kesenjangan sosial.

“Tapi kesenjangan niat. Niat perjuangan kita. Niat pengabdian kita. Maka berjuanglah dari motivasi ideologis yang sudah terbukti tahan banting,” ungkapnya.

Untuk mengatasi itu, Idrus menyebut, harus ada reaktualisasi mengenai pandangan terhadap makna sejarah itu sendiri. Karena itu ia mengajak masyarakat untuk memaknai sejarah untuk masa depan. “Jadikan sejarah dan kisah heroik itu sebagai motivasi dan inspirasi untuk membangun bangsa. Kita bicara sejarah, berarti bicara masa depan,” ungkap mantan Sekjen Golkar ini. (Ifand/b)