Saturday, 22 September 2018

PILKADA dan HASTABRATA

Kamis, 15 Februari 2018 — 6:32 WIB

Oleh Harmoko

MENJELANG pilkada serentak, masyarakat disibukkan oleh kampanye calon pemimpin daerah masing-masin. Sejumlah nama bermunculan. Hiruk-pikuk terjadi. Kita juga disuguhi berita tentang fenomena alam di mana-mana.

Tentang fenomena alam itu, karena kita tidak memahami hukum kosmik dan fakta-fakta alam, kita kerap mengabaikannya. Kita kerap abai ketika ahli astronomi mengingatkan bahwa bumi yang kita tempati ini sesungguhnya telah mengalami kerusakan-kerusakan pada medan magnetik yang mengitarinya akibat getaran-getaran negatif yang dipancarkan oleh manusia selama berabad-abad.

Kita juga tidak paham, misalnya, ada apa di balik peristiwa alam yang terjadi di mana-mana itu. Apa makna peristiwa alam itu bagi kehidupan kita? Nenek moyang kita mewariskan ilmu agar kita hidup berselaras dengan alam, di antaranya berupa ajaran yang disebut Hastabrata.

Ajaran Hastabrata berisi delapan panduan perilaku yang harus dipunyai oleh pemimpin. Berikut ini uraiannya.

1. Watak Surya: matahari memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan yang membuat semua makhluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu menumbuhkembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun bangsa dan negara.

2. Watak Candra: bulan memancarkan sinar, mampu menumbuhkan semangat dan harapan indah. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberikan dorongan atau motivasi untuk membangkitkan semangat rakyatnya, dalam suasana suka dan duka.

3. Watak Kartika: bintang memancarkan sinar kemilau, mempunyai tempat yang tepat di langit hingga dapat dijadikan pedoman arah. Seorang pemimpin hendaknya menjadi suri teladan, tidak ragu menjalankan keputusan, tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan.

4. Watak Angkasa: langit luas tak terbatas, mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, dengan sabar mampu menampung aneka pendapat rakyatnya.

5. Watak Maruta: angin selalu ada di mana-mana, tanpa membedakan tempat, selalu mengisi semua ruang kosong. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat dan martabatnya, bisa mengetahui keadaan dan keinginan rakyatnya.

6. Watak Samudra: betapapun luasnya laut, ia senantiasa mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua orang pada derajat dan martabat yang sama, sehingga dapat berlaku adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.

7. Watak Dahana: api mempunyai kemampuan untuk membakar habis dan menghancur-leburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan harus bisa menegakkan kebenaran dan keadilan secara tegas, tuntas, tanpa pandang bulu.

8. Watak Bumi: bumi mempunyai sifat kuat dan bermurah hati, selalu memberi hasil kepada siapa pun yang mengolah dan memeliharanya dengan tekun. Seorang pemimpin hendaknya berwatak sentosa, teguh, murah hati, senang beramal dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan rakyatnya.

Terpikirkah oleh kita bahwa para calon pemimpin kita memiliki sifat-sifat Hastabrata itu? (*)