Monday, 19 February 2018

Warga Pulau Kelapa Kesulitan Lahan Pemakaman

Kamis, 15 Februari 2018 — 8:45 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KEPULAUAN SERIBU – Warga Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, kesulitan mendapatkan lahan pemakaman bila ada yang meninggal. Hal itu, lantaran munculnya masalah adanya pengakuan lahan TPU (Tempat Pemakaman Umum) atas nama milik pribadi.

“Sejak tahun 2010 masalah kepemilikan lahan TPU muncul, sehingga warga bingung dan kesulitan mencari lahan pengganti,” jelas Lurah Pulau Kelapa, Fadli, Rabu (14/2/2018).

Lahan tersebut, muncul atas nama kepemilikan Arsyali, sebagai ahli waris.

Melalui Musrenbang (Musyawarah Rencanaan Pembangunan) kelurahan, katanya, ia pun telah mengusulkan lahan untuk TPU . “Karena dari enam pulau yang ada, hanya Kelurahan Pulau Kelapa saja yang belum memiliki TPU,” jelas Fadhli.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah, mengatakan pihaknya masih terus mengupayakan pembebasan lahan TPU di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara.

“Untuk pembebasan lahan dengan menggunakan APBD belum memungkinkan, karena lahan harus clean dan clear,” katanya.

Sebagai solusi percepatan pengadaan lahan, Irmansyah pun telah bertemu salah satu pengembang yang memang mempunyai kewajiban menyerahkan 40 persen atau Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) lahan yang mereka akan kembangkan.

“40 persen itu kita coba bernegosiasi dengan pengembang sambil meminta arahan dari Provinsi DKI bila di mungkinkan untuk direlokasi ke lokasi-lokasi yang kita butuhkan untuk TPU, contohnya seperti Pulau Panjang,” ujarnya. (deny/tri)