Monday, 19 November 2018

KPU Umumkan 14 Parpol Lolos Pemilu, PBB dan PKPI Gagal

Sabtu, 17 Februari 2018 — 16:43 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman memberikan Berkas hasil Berita acara kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan perwakilan parpol lain Rekapitulasi Nasional Hasil Verifikasi dan Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2019, Jakarta (17/2). Sebanyak 14 partai politik lolos sebagai peserta Pemilihan Umum.(toga)

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman memberikan Berkas hasil Berita acara kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan perwakilan parpol lain Rekapitulasi Nasional Hasil Verifikasi dan Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2019, Jakarta (17/2). Sebanyak 14 partai politik lolos sebagai peserta Pemilihan Umum.(toga)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengumumkan 14 partai politik yang lolos verifikasi adiminstrasi dan verikasi faktual secara nasional dan berhak jadi peserta Pemilu 2019.

Ada dua yang tidak lolos yaitu Partai Bulan Bintang (PBB) pimpinannya Yusril dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Atas keputusan itu, kedua partai tersebut akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
“Keputusan Komisi Pemilihan Umum tentang penetapan partai politik peserta pemilihan umum anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, menetapkan 14 parpol yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan umum anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota tahun 2019,” kata komisioner KPU Hasyim Asy’ari di Hotel Grand Mercure, Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018).

Keempat belas parpol yang lolos adalah:

– Partai Amanat Nasional (PAN)
– Partai Berkarya
– PDI Perjuangan
– Partai Demokrat
– Partai Gerindra
– Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda)
– Partai Golkar
– Partai Hanura
– Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
– Partai Nasional Demokrat (NasDem)
– Partai Persatuan Indonesia (Perindo)
– Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
– Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Dari 14 partai tersebut, Partai Berkaryam Partai Garuda, Perindi dan PSI adalah partai yang kali pertama ikut pemilu.

Alan KPU tidak meloloskan PBB dan PKPI, karena kedua parta itu tidak memenuhi syarat keanggotaan sekurang-kurangnya di 75 persen kabupaten/kota di masing-masing 34 provinsi di Indonesia.

Menanggapi keputusan KPU tersebut PBB langsung mengajukan gugatan. “Segera kita akan lakukan dan mungkin ini akan segera kita ajukan,” kata Sekjen PBB Afriansyah Noor .

Ia menyebut kendala teknis menjadi hambatan PBB saat verifikasi di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Afriansyah yakin gugatan mereka akan lolos di Bawaslu.

“Manokwari Selatan kami kehilangan komunikasi karena daerahnya pegunungan. Keputusan KPU tidak bisa diganggu gugat. Tapi mudah-mudahan langkah kami itu tidak menghambat menjadi peserta Pemilu 2019,” ujarnya.

Gugatan ke Bawaslu juga akan diajukan PKPI. Mereka mengaku tak terima atas keputusan KPU.
“Kita belum bisa berkomentar, ini masih berlanjut, kan kita langsung menggugat karena kita tidak menerima hasil itu. Tentu ada suatu kekeliruan besar, tentu kita selama ini kan tidak tidur, pasti ada sesuatu yang miskomunikasi di sini,” ujar Kabid Bidang Legislator PKPI Ashari Ali Agus (b)