Sunday, 15 September 2019

Anies Tidak Ikut Penyerahan Piala Presiden, Pengamat : Masih Ada Dendam Politik

Senin, 19 Februari 2018 — 18:31 WIB
Pemain, pelatih dan manajen Persija foto bersama Gubernur dan Wakil DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balaikota, Minggu (18/2/2018). (ist/julian)

Pemain, pelatih dan manajen Persija foto bersama Gubernur dan Wakil DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balaikota, Minggu (18/2/2018). (ist/julian)

JAKARTA – Insiden penghadangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat penyerahan Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), menunjukkan masih ada dendam di kalangan elite politik.

“Mereka ini tidak siap menerima kemenangan Anies di Pilkada DKI Februari 2017 lalu,” kata Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Maswadi Rauf di Jakarta, Senin (19/2).

Maswadi menilai peristiwa tersebut merupakan contoh yang tidak baik yang dipertontonkan kepada masyarakat. Sebab itu menunjukkan tidak adanya persatuan di antara elite, karena masih menyimpan dendam terhadap Anies.

“Sebab itu, Presiden Jokowi seharusnya menjadi figur pemersatu di antara para elite, karena selama ini Jokowi sering mengajak rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tapi kenapa elite politik tidak bersatu, ” ucap Maswadi.

Dikatakan Maswadi, saat akan ke podium untuk acara penyerahan Piala Presiden, seharusnya Jokowi bertanya kenapa Gubernur DKI Jakarta tidak diikut-sertakan mendampinginya.

“Karena yang menang dalam pertandingan sepakbola tersebut adalah Persija Jakarta sehingga wajar kalau Pak Anies mendampingi Pak Jokowi di podium,,” Maswadi menegaskan.

Ia menilai yang tidak berkepentingan saja seperti Menko Polhukam Wiranto dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, malah mendampinginya. (Johara/b)