Saturday, 18 August 2018

Ribuan Kicaumania Hadiri Lomba Persahabatan di Kemayoran

Senin, 19 Februari 2018 — 0:30 WIB
Ketua Garuda 268 Team,  Edi Edward bersama pengurus Indonesian Lovebird Fellowship. (joko)

Ketua Garuda 268 Team, Edi Edward bersama pengurus Indonesian Lovebird Fellowship. (joko)

JAKARTA – Komunitas pecinta burung berkicau di negeri ini makin merajalela. Hal itu terlihat dari hajatan lomba non-gelar yang diselenggarakan Garuda 268 Team Kemayoran bersama Indonesian Lovebird Fellowship (ILF) di kawasan Kemayoran dihadiri ribuan kicaumania dari puluhan daerah di Indonesia.

“Lomba persahabatan ini dalam rangka temu kangen sesama kicaumania sekaligus merayakan HUT Ke-3 ILF, ” ujar ketua Garuda 268 Team, Edi Edward di lokasi lomba Jl Raya Garuda, Kemayoran, Jakpus, Minggu (18/2). Dia tak menyangka bahwa even ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah yakni puluhan kota di Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari Valentine sehingga kegiatan dinamakan Valentine Featuring Anniversary.

Even yang digelar sejak pagi hingga petang terdiri 26 kelas yang melombakan berbagai jenis burung kicau seperti muraibatu, cucak hijau, kacer, ciblek, lovebird dan lainnya. Lomba yang digelar Garuda 268 Team selalu berjalan tertib dan meriah karena panitia dengan tegas melarang pihak peserta lomba berteriak-teriak maupun melambaikan tangan untuk mempengaruhi burungnya yang sedang di lapang. “Dilarang berteriak dan mengangkat tangan, kalau masih nekat, burung didiskualifikasi,” teriak panitia berkali-kali.

Edi menambahkan even yang digelar bersama ILF cukup banyak pesertanya. “Apalagi kalau ditambah komunitas dari Komunitas Lovebird Indonesia (KLI), maka peserta makin membludak. KLI merupakan komunitas pecinta lovebird dari segi warga yang sering mengadakan kontes kecantikan,” papar Edie yang setiap minggu menggelar empat kalu latihan prestasi (Latpres) di lokasi Jl Garuda yang dikelolanya.

Bilal, ketua ILF menambahkan komunitas yang dipimpinnya merupakan pencinta lovebird dari segi suara atau kekekan. “Jumlah anggota kami mencapai 20 ribuan yang tersebar di berbagai daerah. Mereka yang datang ke sini jumlahnya mencapai ratusan orang,” ujar Bilal yang tinggal di Bandung Jawa Barat. “Kegiatan ini juga dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tatacara merawat burung lomba atau mau belajar ternak,” pungkasnya didampingi wakilnya, Achonk Kenzie yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat. (joko)