Thursday, 24 May 2018

Evaluasi Persiapan Asian Games, Genangan di Kampung Atlet Hingga Korsleting Listrik

Selasa, 20 Februari 2018 — 0:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Gedung INASGOC (cw2)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Gedung INASGOC (cw2)

JAKARTA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menilai masih terdapat beberapa pekerjaan yang perlu dioptimalkan jelang penyelenggaraan Asian Games Agustus mendatang. JK mengatakan perlu dilakukan perbaikan dalam hal penyelenggaraan dan venue.

Kesimpulan itu didapatkan setelah INASGOC, penyelenggara Asian Games menyelenggarakan test event dari 8-15 Februari 2018.

Hal itu disampaikan JK usai rapat evaluasi hasil test even bersama Ketua INASGOC Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin di Kantor INASGOC, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018).

“Penyelenaggaran banyak kemajuan, apalagi test event kemarin sudah berjalan dan kita temukan ada yang baik dan perlu diperbaiki. Tentu banyak daftar panjang soal itu (perbaikan), dari penyelenggaran dan venue, dan itu tanggungjawab itu, 4 bulan kontraktor untuk memperbaiki,” kata JK.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan terdapat beberapa perbaikan di beberapa fasilitas yang terkait Asian Games, salah satunya di wisma atlet. Basuki mengatakan sempat terjadi genangan di sekitar wisma atlet. Basuki menegaskan genangan akibat curah hujan yang tinggi itu berasal dari area di luar wisma atlet.

“Kalau ada beberapa fasilitas event kemudian ada hujan tinggi, kampung atlet semua yang drop, konblok akan kita bongkar semua dan perbaiki. Kemudian ada beberapa genangan, itu juga di kampunga atlet sendiri tapi dari luar, kawasan luar kampung atlet. Akan kita liat sebabnya,” terang Basuki.

Permasalahan lain yang ditemui ialah terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting listrik di venue basket. Basuki beralasan venue tersebut masih menggunakan panel sementara sehingga tidak kuat dengan beban listrik yang digunakan.

“Korsleting di lapangan basket itu karena belum selesai pekerjaannya. Panel itu sementara untuk penyelesaian proyek dan ada beban listrik yang lebih sehingga korselting. Hari berikutnya sudah kita perbaiki. Kita monitor semua seperti saat hujan besar minggu lalu,” ujar Basuki.

Selain Basket, venue yang harus segera diperbaiki adalah venue di cabang olahraga atletik. Bak pasir untuk lompat jauh dan lompat jungkir dinilai terlalu dekat dengan pagar pembatas stadion sehingga membahayakan atlet. Basuki mengaku telah berkoordinasi dengan INASGOC untuk menindaklanjuti keluhan tersebut..

“Sudah dilaporkan oleh Pak Sekjen INASGOC, bahwa bak pasir lompat jauh dan lompat jangkit terlalu dekat dengan pagar pembatas stadion. Sudah dilakukan dengan pihak terkait. Kita akan segera perbaiki. Karena ini cagar budaya kan, pasti akan kita bicarakan,” tandas Basuki.

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olah raga terbesar di Asia tahun 2018. Asian Games akan digelar di dua kota yakni Jakarta dan Palembang dari 18 Agustus hingga 2 September 20018. (ikbal/b)