Tuesday, 25 September 2018

Hamka B Kadi dari Komisi V DPR RI :

Hindari Kecelakaan Kerja, Pekerjaan Konstruksi Berat Harus Dilakukan Siang Hari

Selasa, 20 Februari 2018 — 11:01 WIB
Anggota Komisi V DPR Fraksi Golkar Hamka B. Kadi, meninjau lokasi kecelakaan tol Becakayu.(Cw2)

Anggota Komisi V DPR Fraksi Golkar Hamka B. Kadi, meninjau lokasi kecelakaan tol Becakayu.(Cw2)

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR, Hamka B Kady, dari fraksi Golkar datang ke lokasi kecelakaan kerja tol Becakayu pagi tadi. Didampingi dua rekannya dari komisi V, ia mengatakan DPR turut prihatin terhadap kejadian ini.

“Kami dari DPR cukup prihatin dengan kejadian ini, dan menjadi catatan karena  peristiwa ini sudah berulang-ulang. Oleh karena itu, meminta mekanisme kerja dan keselamatan kerjanya  perlu diperbaiki dan ditinjau kembali,” ujar Hamka, di depan gedung Institut Bisnis Nusantara (IBN) Jl. DI Pandjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).

Ia menilai pekerjaan pada malam hari  lebih melelahkan dibandingkan pada siang hari. Sehingga pengawasan ketat dari pengawas sangat diperlukan.

“Sekali lagi saya katakan jangan dilaksakan lembur yang menyebabkan kelelahan tingkat tinggi pada malam hari. Kelelahan itu yang menyebabkan lalainya seseorang, bukan persoalan teknisnya, tapi lalainya,” tambah anggota Komisi V DPR fraksi Golkar ini.

(Baca : Korban Jatuhnya Tiang Girder Tol Becakayu Belum Dijenguk Keluarga)

Ia menambahkan, seharusnya kontraktor pengawas jeli dalam mengawasi pengerjaan kontruksi. Sehingga kecelakaan seperti ini dapat dihindari. Ia menyarankan,  pekerjaan kontruksi yang berat semestinya di lakukan siang hari.

“Pekerjaan kontruksi yang berat harus dilakukan pada siang hari. Itulah optimumnya orang bekerja dengan baik. Tapi kalo dipaksa bekerja malam hari,  bisa menimbulkan (kecelakaan),” terang Hamka.

Meman, lanjutnya,  jika pekerjaan dilakukan siang hari dapat menimbulkan kemacetan. Jika memang diperlukan jalan harus ditutup,  maka lebih baik ditutup.

“Itulah perlunya dampak analisa lalu lintas sebelum membangun harus dipikirkan. Amdalnya (analisis dampak lalu lintas). Kalo harus ditutup ya ditutup gitu loh, daripada menyebabkan kecelakaan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait peristiwa ini maka semuanya harus  dievaluasi kembali.(Cw2/tri)