Wednesday, 19 September 2018

PT Waskita: Yang Jatuh `Bekisting Pierhead` Bukan Tiang

Selasa, 20 Februari 2018 — 10:30 WIB
Lokasi rubuhnya tiang pancang proyek tol Becakayu (Bekasi Cawang Kampung Melayu) di jalan DI Panjaitan,  Jakarta Timur.(rihadin)

Lokasi rubuhnya tiang pancang proyek tol Becakayu (Bekasi Cawang Kampung Melayu) di jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.(rihadin)

JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk, menyampaikan klarifikasi mengenai berita yang begitu cepat beredar di dunia digital, selaigus menyampaikan rasa empati kepada korban beserta keluarga sehubungan dengan kejadian pada proyek Tol Becakayu, Selasa (20/2/2018) pagi ini.

Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Dono Parwoto, menjelaskan kejadian terjadi pada pukul 03.00 WIB pada saat dilakukan pengecoran pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh.

Waskita juga telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak yang berwajib untuk menangani masalah ini. Saat ini pun sedang dilakukan investigasi secara internal maupun oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa tersebut dan diharapkan hasilnya sudah keluar dalam waktu 1×24 jam.

“Kami ingin meluruskan pemberitaan bahwa bukan tiang pancang/tiang penyangga yang jatuh namun bekisting pierhead.”

Atas kejadian ini, Waskita telah melakukan evakuasi terhadap 7 korban luka dan sudah dilakukan penanganan di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur.

“Pihak manajemen sangat menyesal atas kejadian ini dan untuk penanganan terhadap korban telah dilakukan,” jelas Dono Parwoto.

“Dapat kami sampaikan, Proyek Jalan Tol Becakayu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai tahun 2014 dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 km.”

(cw3/sir)