Saturday, 20 October 2018

Utang Indonesia Makin Bengkak

Selasa, 20 Februari 2018 — 1:45 WIB
An employee of PT Bank Negara Indonesia Tbk. moves a pack of 100,000 Rupiah notes at the bank's head office in Jakarta

JAKARTA – Utang luar negeri Indonesia makin membengkak. Senin (19/2), Bank Indonesia (BI) merilis pada akhir 2017, utang luar negeri mencapai 352, 2 miliar dolar AS atau setara Rp4. 754 triliun. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah utang luar negeri naik 10, 1 persen.

Dari jumlah utang luar negeri sebesar itu, utang pemerintah naik 29 persen, dari 137, 4 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 177, 32 miliar dolar AS.

Tak hanya pemerintah, utang luar negeri swasta dan korporasi, baik bank maupun non-bank juga naik. Namun kenaikannya tipis, hanya enam persen dari 161, 72 miliar menjadi 171, 62 miliar dolar AS.

Disebutkan, kenaikan utang luar negeri ini terutama korporasi non-bank, dari 131, 48 miliar menjadi 141, 38 miliar dolar AS. Untuk utang perbankan tetap bertengger di kisaran 30, 2 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Agusman, mengungkap meningkatnya utang luar negeri ini terkait dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya.

Meski struktur utang luar negeri Indonesia pada akhir 2017 sesuai jangka waktu, katanya, masih terbilang aman. Sebab utang itu didominasi jangka panjang yang memiliki pangsa 86,1 persen dari total utang luar negeri.

Namun bila melihat sisi pertumbuhan, Agusman mengaku utang luar negeri jangka pendek tercatat naik kencang sebesar 20,7 persen (year to year).

Berdasarkan sektor ekonomi, posisi utang luar negeri swasta pada akhir tahun lalu, kebanyakan dimiliki sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, air bersih (LGA), dan pertambangan. Pangsa utang luar negeri ke empat sektor itu terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,9 persen. (setiawan/st)