Thursday, 19 September 2019

Cari Rezeki di Cisadane, Jay: Ikannya Banyak Mabuk dan Mati…

Rabu, 21 Februari 2018 — 8:25 WIB
Jay Hendra

Jay Hendra

TANGERANG – Kali Cisadane ternyata mampu memberi rezeki bagi warga di Kota Tangerang, Provinsi Banten, yang mau memanfaatkannya. “Saya sejak tahun 2009 mencari ikan di Cisadane,” kata Jay Hendra, warga asal Cianjur yang telah tinggal tak jauh dari Cisadane di kawasan Cikokol.

Hampir setiap sore, pria 40-an tahun ini bergerak menuju sungai yang mengalir dari kawasan Batu Belah Bogor, Jawa Barat ini. “Biasanya sekitar satu jam saya ngejala, atau mancing,” kisahnya. Jika nasib baik, belasan kilogram ikan atau udang bisa dibawa pulang.

“Kadang-kadang hasil ikan atau udang sudah ada yang beli sebelum sampai rumah,” katanya. Dari sana, sering dia membawa pulang uang antara Rp 20 hingga seratusan ribu lebih. Lumayan katanya, untuk tambahan biaya kebutuhan rumah tangganya.

Sementara ikan atau udang tersisa, bisa dimasak istrinya Eem, yang membuka warung nasi. Di tempat tinggalnya, mereka juga menyediakan kolam yang menampung hasil tangkapan yang belum bisa terjual.

Menurut Jay, ikan di Cisadane masih cukup banyak, baik jenis maupun jumlahnya. “Buktinya banyak yang mencari ikan atau udang setiap hari, dan rata-rata pulang membawa ikan atau udang,” katanya. Berbagai jenis, seperti ikan mujaer, tawes, lele, emas, gabus hingga patin, belida maupun udang galah berukuran besar tersedia.

Jay hanya menyayangkan, setiap kali air sungai deras sehabis hujan di hulu, sering dibarengi pembuangan limbah dari pabrik-pabrik di kawasan hulu sungai. “Terasa limbahnya waktu deras itu, dari baunya, dari lengket-lengjet dan gatel,” tuturnya. Begitu juga kedatangan sampah di saat air deras.

Jay berharap, pihak berwenang bisa menangkap pabrik pembuang limbah dan sampah. “Sayang, ikannya banyak mabuk dan mati saat air deras,” katanya.

Sebab ucapnya, para pencari ikan tentunya tak ingin ikan hasil tangkapannya tercemar limbah berbahaya.

Baginya, sungai dan ikan sudah menjadi bagian hidupnya sejak di kampungnya di Cianjur, Jawa Barat.”Alhamdulillah saya masih bisa hidup dekat sungai di Sini,”‘katanya.

(awang/sir)