Monday, 26 August 2019

Dekot Jakbar Desak Lokasi Penampungan

Pencari Suaka Masih Keleleran di Kalideres

Minggu, 25 Februari 2018 — 9:58 WIB
Ketua Dewan Kota Jakbar, Masykur (kedua dari kanan) usai rakor di RDI di Kalideres. (Rachmi)

Ketua Dewan Kota Jakbar, Masykur (kedua dari kanan) usai rakor di RDI di Kalideres. (Rachmi)

JAKARTA – Dewan Kota (Dekot) Jakarta Barat mendesak Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakbar menyediakan lokasi penampungan sementara bagi pencari suaka yang keleleran di trotoar depan Rumah Detensi Imigrasi (RDI) di Jln Peta Selatan, Kalideres.

“Sesuai Perpres No 125 Tahun 2016 tentang pengungsi, selayaknya gubernur dan walikota menyediakan penampungan sementara bagi pencari suaka,” kata Ketua Dekot Jakbar, Masykur usai rakor dengan perwakilan UNHCR, International Organization for Migration (IOM), serta Kemenhum dan HAM di RDI.

Adapun untuk pengawasan di lokasi penampungan tersebut menurut Masykur, akan dilakukan oleh 3 Pilar. Belakangan ini jumlah pencari suaka asal Sudan, Somalia dan Afganistan di depan RDI terus bertambah.

Chairil Anwar dari Kemenhum dan HAM bidang penanganan pengungsi dan luar negeri, Chairil Anwar membenarkan jumlah pencari suaka yang depan markas di RDI melesat. Sebelumnya 40 pencari suaka ditampung di RDI. Kini ratusan pengungsi internasional itu berbondong-bondong menyerbu RDI. Mayoritas datang dari Bogor, Jawa Barat.

“Dari hasil rapat kordinasi, UNHCR dan IOM akan memeriksa kesehatan pencari suaka, serta berkordinasi dengan pemkot untuk sementara menampung mereka,” ujarnya.

Sejumlah pengungsi berharap pemerintah Indonesia bersedia memberikan suaka, setelah beberapa tahun tinggal di Indonesia.

“Saya bersama adik dan kedua orangtua sudah 2 minggu di sini. Sebelumnya 3 tahun di Bogor. Kami butuh bantuan berupa suaka dari bangsa Indonesia,” kata Uhro, 20, asal Sudan.

Menjamurnya pencari suaka ini dikeluhkan warga sekitar. Mereka minta pihak terkait mencari solusi jitu agar kondisi ini segera diatasi. “Jika dibiarkan berlarut-larut, pencari suaka dari berbagai negara khususnya yang tengah konflik makin menyerbu ke sini,” tandas Hidayat, warga Kalideres.

(rachmi/sir)