Tuesday, 25 September 2018

Di Luar Puan, Ini Nama Calon Pendamping Jokowi

Senin, 26 Februari 2018 — 0:39 WIB
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang. (ist)

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang. (ist)

JAKARTA –Berbagai spekulasi sejumlah nama bermunculan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden. Spekulasi itu muncul setelah PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan namanya sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.

Nama Jusuf Kalla (JK) masih menjadi favorit untuk mendampingi Joko Widodo. Namun JK tersandung ketentuan UUD 1945 yang membatasi presiden dan wapres yang hanya boleh menjabat dua periode.

Beberapa lembaga survei seperti LSI Denny JA, Median, Poltracking, Indo Barometer dan lainnya juga memunculkan beberapa nama selain JK yang sebenarnya dianggap mewakili Islam, luar Jawa, dan menjadi penyeimbang dalam politik nasional. JK juga memiliki catatan bagus dalam menangani konfilk-konflik.

Beberapa nama-nama lain yang muncul ada Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Sri Mulyani, Anis Matta, Muhaimin Iskandar, hingga Ahmad Heryawan. Ada juga nama Airlangga Hartato, Moeldoko, dan Susi Pudjiastuti. Nama Puan Maharani yang belangangan juga muncul belum masuk dalam sejumlah survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga.

Unsur Islam dan militer menjadi penting dalam memilih cawapres tidak hanya bagi Jokowi, namun bagi capres-capres lainnya juga. Satu lagi, unsur suara anak muda pun menjadi penentu dalam memilih cawapres yang mampu menarik suara generasi milenial.

Survei lembaga Poltracking menyebutkan, selain Jusuf Kalla yang mendapatkan dukungan tertinggi (15 persen), disusul mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo (4,2 persen) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (4,1 persen).

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha menuturkan, jika nama Jusuf Kalla dimasukkan ke dalam pertanyaan, politikus senior Partai Golkar tersebut menjadi cawapres terkuat. “Pada pertanyaan semiterbuka dengan 28 kandidat cawapres, terdapat tujuh nama di atas empat persen,” kata dia.(us)