Sunday, 23 September 2018

Jakarta Tidak Hanya Butuh Pembangunan Fisik, Non Fisik Juga

Selasa, 27 Februari 2018 — 21:44 WIB
Pelaksanaan musrenbang tingkat Kecamatan Kemayoran yang dibuka Wakil Walikota Jakpus, Bayu Meghantara. (Tarta)

Pelaksanaan musrenbang tingkat Kecamatan Kemayoran yang dibuka Wakil Walikota Jakpus, Bayu Meghantara. (Tarta)

JAKARTA- Usulan pembangunan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) harus seimbang antara fisik dan non fisik. Karena pembangunan masyarakat juga sangat penting guna terwujudnya visi Jakarta yaitu maju kotanya, bahagia warganya.

“Soal pembangunan fisik, Jakarta tidak banyak masalah dibanding wilayah lain. Untuk itu perlu juga non fisiknya, demi kebahagian warga,” jelas Wakil Walikota Jakpus, Bayu Meghantara saat membuka musrenbang tingkat Kecamatan Kemayoran, Selasa (27/2) di kantor Kecamatan Kemayoran. Musrenbang dihadiri para tokoh masyarakat, RT, RW, LMK, FKDM, dewan kota dan lain lain.

Bayu memberikan contoh program Festival Olahraga sepanjang tahun. Di sini masyaratkat sangat antusias dan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi warga. “Jadi musrenbang tahun ini, difokuskan bagaimana bisa menciptakan warga bahagia,” ujarnya.

Camat Kemayoran, Hery Purnama menjelaskan musrenbang tingkat Kecamatan Kemayoran terdapat 1055 usulan, terdiri 918 fisik dan 137 non fisik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 usulan akan dikerjakan tahun 2018 karena sudah diprogramkan, dan 34 usulan ditolak.

“Jadi yang diteruskan untuk dijadikan program tahun 2019 sebanyak 908 usulan dengan total nilai anggaran Rp 226 miliar,” jelas Hery. (Tarta/b)