Wednesday, 14 November 2018

Kader PDIP Desak Polisi Serius Tangani Penghinaan Megawati

Selasa, 27 Februari 2018 — 19:28 WIB
pdip

BOGOR – Perkara penyebaran berita hoax tentang Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan ditindaklanjuti Polres Bogor.

Sejak dilaporkan hingga saat ini, sudah empat saksi dari PDI Perjuangan dimintai keterangan.
Kasus berita hoax ini sudah naik ketahap penyidikan. Terlapor H Munin, dipemeriksa Unit III Krimsus Polres Bogor pada Jumat ini.

Massa dan pengurus partai banteng moncong putih berharap, kepolisian serius menindaklanjuti laporan ini, guna memberi rasa keadilan bagi massa banteng di akar rumput.

Gregorius SH, tim hukum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor mengatakan, terlapor H Munin, menurut Gregorius, harus mempertanggungjawabkan apa yang telah ia sebarkan lewat beberapa grop WA.

“Saya akan kawal kasus ini, agar ada kejelasan proses hukumnya. Jangan sampai orang dengan se-enaknya bisa dengan mudah menghina dan memfitnah orang lain. Kita ini negara hukum. Maka hukum menjadi panglima,”kata Greg Selasa (27/2/2018).

Pengacara Peradi ini menegaskan, dirinya memberi apresiasi kepada kepolisian yang mengungkap grop penebar hoax.

Maka atas keberhasilan Mabes Polri ini, Greg berharap, Polres Bogor mampu menuntaskan laporan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, terkait fitnah dan hoax yang mengatakan, Megawati meminta pemerintah menghentikan adzan di masjid, karena berisik.

“Terlapor H Munin, sudah jelas dan terpenuhi unsur pidananya. Dia menyebarkan, dia juga mengajak orang untuk men-share berita bohong tersebut. Bagaimana bisa PDI Perjuangan dibilang menyesatkan, sementara ideologi PDI Perjuangan adalah Pancasila 1 Juni 1945. Ini menyesatkan dan merugikan sosok Megawati sebagai ketua umum dan.PDI Perjuangan secara keseluruhan,”tegas Greg.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, mengatakan pihaknya akn H Munin guna diminta keterangan.

Pemanggilan Munin dilakukan setelah pihak pelapor dari pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor membuat laporan dan sudah menjalani BAP di unit III Krimsus Polres Bogor tiga hari lalu.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Andriansyah mengatakan, walau terlapor H Munin sudah meminta maaf, namun proses hukum tetap dilanjutkan.

“Sebagai manusia kami memaafkan. Namun proses hukum di Polres Bogor, kami minta tetap jalan agar ada pembelajaran juga bukannya kepada terlapor saja, akan tetapi kepada masyarakat umum, agar dapat juga menghentikan penyebaran konten negatif atau hoak pada media sosial,”kata Andriansyah.

Berita hoax yang disebarkan Munin yang mengandung konten, memfitnah Megawati dengan meminta pemerintah menghentikan adzan karena berisik dan menghina PDI dengan mengajak umat islam bahwa partai ini menyesatkan, menurut Andriansyah, merupakan tuduhan serius yang harus dibuktikan. (yopi/b)