Saturday, 24 August 2019

Kemendag Dorong Misi Dagang Inovatif Tumbuhkan Ekspor

Selasa, 27 Februari 2018 — 12:25 WIB
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. (ist)

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. (ist)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan meningkatkan kinerja misi perdagangan sebagai bagian strategi mendorong target pertumbuhan ekspor tahun ini, yang ditingkatkan dari target 7 persen menjadi 11 persen.

“Pengusaha punya kemampuan sehingga tidak akan membebani APBN (Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara),” ujar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Keterlibatan pengusaha dalam misi dagang, katanya, bisa menjadi salah satu cara meningkatkan ekspor karena proses bisnis bakal mempercepat perdagangan internasional. “Selain juga pertumbuhan ekonomi dalam negeri bakal terpicu dengan meningkatnya produksi domestik.”

Upaya barter atau counter trade, ia memisalkan, sebagai inovasi dalam strategi misi perdagangan antarnegara. Barter yang bisa dilakukan, ia mencontohkan, di antaranya produk komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) bakal ditukar dengan komoditas yang dibutuhkan Indonesia.

Lainnya adalah pasar non- tradisional yang mengalami kesulitan devisa bisa melakukan perdagangan meski mengalami kesulitan pembayaran. “Sehingga kedua pihak bakal mendapatkan devisa,” ujarnya. “Selain itu, pemanfaatan Indonesia Trade Promotion Center dan Atase Dagang Indonesia bisa menjadi strategi terakhir Kemendag. Sebab, atase perdagangan bukan saja agen pemerintah, tetapi juga bisa bertindak sebagai agen bisnis dan ahli pemasaran.”
(rinaldi/sir)