Thursday, 19 September 2019

Penyerapan Anggaran Sangat Rendah, M. Taufik Kritik Pemprov DKI

Selasa, 27 Februari 2018 — 21:09 WIB
Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik

Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik

JAKARTA – Menjelang triwulan pertama tahun anggaran 2018, penyerapan APBD DKI Jakarta dituding dewan sangat rendah. Kegiatan yang dilakukan selama Januari dan Februari ini bagaikan jalan di tempat dan belum terlihat kemajuan pembangunan.

Hal itu terungkap dalam acara coffe morning yang digelar Wagub Sandiaga Uno bersama DPRD DKI Jakarta yang berlangsung di Balaikota, Selasa (27/2). Salah satu kritikan tajam justru disampaikan Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik yang merupakan mantan Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017.

“Ini sudah hampir masuk bulan Maret dan artinya triwulan pertama akan berakhir satu bulan lagi, tapi penyerapan anggaran saat ini belum sampai enam persen. Ini angka yang kecil,” ujar Taufik pada acara yang dihadiri sejumlah pimpinan DPRD dan pejabat Pemprov DKI. Besaran APBD DKI 2018 mencapai Rp 77,1 triliun, tapi yang diserap untuk pembangunan tak lebih dari Rp 4 triliun.

Menurutnya, serapan anggaran Pemprov DKI harus digenjot lebih tinggi lagi. “Alasannya, penyerapan anggaran merupakan salah satu faktor yang menggerakkan ekonomi masyarakat. Jadi, ketika penyerapan anggaran rendah, maka akan berdampak para pergerakan ekonomi masyarakat ikut melambat,” ujar Taufik.

Pemprov harus melakukan evaluasi untuk mencari tahu penyebab serapan anggaran masih rendah saat memasuki triwulan pertama tahun anggaran 2018. Harus ada komunikasi yang intensif antara eksekutif dan legislatif.

“Evaluasi eksekutif saya kira itu segera dilakukan. Kami melihat dari faktor perencanaan yang menurut saya kurang baik. Ke depan tidak boleh lagi,” terangnya.

Selain itu, legislatif akan banyak melakukan komunikasi dengan mengundang para SKPD untuk mendiskusikan terkait serapan anggaran yang rendah. Dan meminta jangan sampai nanti pada akhir tahun anggaran menyisakan nilai anggaran yang tak terserap terlalu tinggi. “Kalau besar di ujung nanti potensi penyimpangan banyak,” ungkapnya.

Wagub Sandiaga mengakui, masalah penyerapan anggaran yang rendah merupakan pekerjaan rumah yang akan diselesaikannya bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. “Kondisi ini, menjadi koreksi bagi Pemprov DKI untuk menggenjot penyerapan anggaran yang lebih baik,” sambutnya. Sandi menambahkan pihaknya sudah membentuk tim penciptaan lapangan kerja untuk kelancaran ekonomi rakyat,” kata Sandiaga. (joko/b)