Monday, 27 May 2019

20 Persen Warga Jakarta Alami Gangguan Jiwa

Rabu, 28 Februari 2018 — 18:51 WIB
Belasan warga dengan kelainan jiwa setelah razia(dok)

Belasan warga dengan kelainan jiwa setelah razia(dok)

JAKARTA – Kehidupan di ibukota yang kian garang menyebabkan sebagian warga tak siap mental. Di Jakarta Barat misalnya, 766 warga mengalami gangguan kejiwaan. Penderita gangguan jiwa terberat bermukim di Kecamatan Kalideres.

Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo, menyebutkan ada 766 penderita gangguan jiwa dari delapan kecamatan yang kini dalam pengobatan. Mereka mendapat pendampingan keluarga dari masing-masing puskesmas.

“Dari ratusan warga Jakarta Barat yang terganggu kejiwaannya, penderita gangguan jiwa berat terbanyak di Kecamatan Kalideres,” kata Weningtyas, Rabu (28/2/2018).

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan lurah untuk memonitor warga yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga bisa ditangani petugas puskesmas.

Jika masih dalam batas gangguan jiwa ringan, petugas akan memberikan perawatan dan pengobatan. Setelah itu, akan dipantau perkembangannya. Namun jika masalah gangguan jiwa sangat berat, petugas berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan untuk penanganan lebih intensif.

Sementara itu, dalam menekan warga yang mengidap kejiwaan, Sekretaris Kota Jakarta Barat, Eldi Andi, menugaskan lurah, camat hingga pengurus RT RW untuk berkoordinasi dengan petugas puskesmas dalam monitoring hal tersebut.

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 20 persen warga Jakarta mengalami gangguan jiwa. DKI Jakarta di peringkat kelima di Indonesia terkait warga yang bermasalah kejiwaannya,” kata Eldi. (rachmi/yp)