Monday, 25 June 2018

Ini Tips Agar Ban Mobil Awet

Kamis, 1 Maret 2018 — 1:30 WIB
Montir sedang mengecek kondisi dan shock breaker di bengkel Pasar Mobil Kemayoran. (joko)

Montir sedang mengecek kondisi dan shock breaker di bengkel Pasar Mobil Kemayoran. (joko)

BANYAK pemilik mobil bertanya-tanya, ban mobilnya yang baru setengah umur dipakai kok jadi benjol-benjol? Padahal ban tersebut baru beberapa bulan digunakan dan kembangannya masih terlihat tebal, mestinya masih sangat layak digunakan, tapi mendadak permukaannya tidak merata dan bergelombang sehingga rawan meletus sewaktu-waktu.

Edi Setiawan, pengelola bengkel di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat menjelaskan, ban relatif baru tapi banyak benjol ada dua kemungkinan. “Pertama, kualitas ban abal-abal, mungkin juga mereknya bagus tapi sudah kadaluwarsa ataupun tertipu produk palsu. Kemungkinan kedua adalah kondisi shock breaker yang rusak sehingga berdampak pula pada ban,” ujarnya, kemarin.

Jika keempat ban mobil tersebut dibeli pada waktu bersamaan, maka lebih mudah memperkirakan penyebabnya.

“Kalau yang benjol semua ban, maka dapat dipastikan kualitas ban tidak bagus,” papar Edi yang berpengalaman menjual dan bongkar pasang komponen peredam kejut tersebut. “Tapi jika yang benjol hanya ban bagian depan atau belakang, maka dapat dipastikan penyebabnya dari shock breaker. Mungkin shock breaker belakang atau depan yang rusak atau pula semuanya sudah tidak ngeper lagi.”

TIPS SEDERHANA

Secara umum, jarang pemilik mobil memperbaiki shock rusak dan menggantinya dengan produk baru. Jadi, boleh dibilang, nyaris tidak ada manfaat memperbaiki shock bekas. Namun untuk menjaga agar umur shock dan ban bisa maksimal, Edi punya tips sederhana. “Tips antara lain hindari jalan terjal dan berlubang, kalau terpaksa harus diperlambat. Hindari parkir lama di permukaan tanah yang miring, seperti di atas trotoar, inrit, dan lainnya,” kiatnya.

Khususnya untuk menjaga keawetan shock, lakukan pencucian mobil secara berkala dengan sistem steam dan hidrolis. “Kotoran apapun yang mengendap di bagian per akan hilang jika disemprot air hangat. Sedangkan untuk ban harus sering disemir saat habis mencuci mobil agar karet tetap elastis dan tidak mudah retak,” kata Edi. (joko/st)