Monday, 24 September 2018

Sandiaga Minta Pedagang di 135 Pasar Jakarta Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 1 Maret 2018 — 14:22 WIB
Wagub Sandiaga Uno  bersama Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarief dab Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjan Wilayah Jakarta A. Hafiz serta Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin berfoto bersama penerima santunan dan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.(Ist)

Wagub Sandiaga Uno bersama Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarief dab Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjan Wilayah Jakarta A. Hafiz serta Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin berfoto bersama penerima santunan dan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.(Ist)

 JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, perintahkan pedagang di 135 Pasar milik PD Pasar Jaya mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Sandi, pasar sebagai area publik dan sentral menjadi tempat yang rawan kecelakaan kerja.  “Pasar itu rawan kebakaran, jadi pedagang dan orang-orang yang terkait didalamnya harus dilindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sandi, di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (1/3/2018).

Karena itu Sandi mengapresiasi penandatanganan kerjasama yang dilakukan antara Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin dengan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Achmad Hafiz di Kantor PD Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur.

“Dengan adanya kerjasama ini, Sandi berharap seluruh pedagang Jakarta terlindungi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan. Dengan ada perlindungan ini,  pedagang akan lebih aman dan nyaman dalam berusaha,” ujar Sandi yang juga minta sektor lainnya seperti nelayan mendapat perlindungan serupa.

Sandi berpesan agar risiko kecelakaan kerja di pasar ditekan seminimal mungkin, agar pedagang dan konsumen terlindungi. “Kalau dipasar itu yang rawan kebakaran, jadi setiap pasar harus buat fire drill. Harus kibarkan panji-panji K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).”

Ribuan Peserta

Sementara itu Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Ahmad Hafiz mengatakan, melalui kerjasama ini pihaknya menargetkan 127.000 tenan di 135 Pasar di Jakarta bisa menjadi peserta.

“Khusus hari ini, saya kerahkan seluruh kepala kantor cabang ke Pasar Induk Kramatjati. Mudah-mudahan hari ini aja 6.000 pedagang bisa menjadi peserta melalui program Bukan Penerima Upah (informal),” kata Hafiz.

Menurutnya, di DKI Jakarta potensi peserta ada 7,5 juta orang namun yang tercover baru 1,1, juta orang. Untuk itu  pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan kepesertaan.

“Kami mentargetkan bisa mengakuisisi 60 persen dari 7,5 juta potensi peserta tadi atau sekitar 4,5 juta orang. Januari ini, untuk BPU sudah 37 ribu orang yang menjadi peserta dan 300 ribu orang dari sektor Penerima upah (PU) alias pekerja informal.

Pihaknya optimis, target kepesertaan ini bisa diraih, karena masih banyak sektor yang bisa disisir, diantaranya pengusaha Ok Oce dan nelayan dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Sandi dan Khrisna menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris pedagang pasar yang meninggal dunia, dan santunan biaya perawatan kecelakaan kerja dan kartu peserta jamsostek pada pedagang paar.(Tri)