Tuesday, 25 September 2018

Iran Tahan 35 Perempuan yang Mau Nonton Sepak Bola di Stadion

Jumat, 2 Maret 2018 — 18:24 WIB
Sebelum pertandingan muncul seruan di media sosial agar perempuan boleh  menonton pertandingan di Stadion Azadi.

Sebelum pertandingan muncul seruan di media sosial agar perempuan boleh menonton pertandingan di Stadion Azadi.

IRAN menahan 35 perempuan yang berupaya masuk ke stadion untuk menonton langsung pertandingan sepak bola di ibukota Teheran.

Mereka ingin menonton pertandingan derby atau klub satu kota,Teheran, antara Esteqlal dan Persepolis di Stadion Azadi, yang juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Menteri Olahraga Iran, Masoud Soltanifar.

Upaya para perempuan itu untuk masuk ke stadion dalam satu kelompok besar tampaknya dilakukan untuk menarik perhatian Infantino.

Juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Seyyed Salman Samani -seperti dikutuip kantor berita semi pemerintah ISNA- mengatakan perempuan tersebut tidak ditahan namun dipindahkan ke ‘tempat yang tepat’ oleh polisi.

‘Pemindahan’ itu disebut hanya ditempuh sampai pertandingan selesai.

Sementara itu siaran berita langsung di TV diputus mendadak untuk semenara waktu ketika seorang wartawan menanyakan kepada Soltanifar ‘kapan perempuan diizinkan untuk menonton sepak bola’.

Sehari sebelumnya, muncul seruan di media sosial untuk menggelar protes menonton larangan perempuan tersebut di luar Stadion Azadi.

Seorang pegiat perempuan, Masih Alinejad, mengerukan agar para perempuan datang untuk menonton pertandingan Kamis (01/03) tersebut.

Pengguna media sosial lainnya mengatakan adalah ‘hak dasar’ perempuan untuk masuk ke stadion dengan pria dan pertandingan itu merupakan ‘kesempatan terbaik untuk menerobos tabu yang sudah berusia 35 tahun.’

Azadi artiya adalah ‘kebebasan’ dalam Bahasa Farsi dan seorang pengguna Twitter mengangkat kemunafikan dari ‘menamakan stadion dengan kebebasan namun melarang setengah penduduk untuk masuk’.

Iran melarang perempuan menonton pertandingan sepak bola sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Dalam kunjungannya ke Iran, Infantino juga bertemu dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani, yang menyatakan bahwa perempuan Iran kini lebih giat dalam olah raga, termasuk sekitar 23.000 atlet perempuan di cabang sepak bola. (BBC)