Monday, 10 December 2018

Menhub dan Menko Maritim Tinjau Persiapan Pelaksanaan Ganjil-Genap di Tol Bekasi

Senin, 5 Maret 2018 — 12:54 WIB
Menhub saat meninjau persiapan pelasksanaan sistem ganji genab  di Bekasi.(chotim)

Menhub saat meninjau persiapan pelasksanaan sistem ganji genab di Bekasi.(chotim)

BEKASI – Menteri Perhubungan RI Budi Karya didampingi Menko Maritim Luhut Panjaitan meninjau kesiapan pelaksanaan kebijakan ganjil-genap, Senin (5/3).

Kesiapan dilakukan meliputi bus dan area pintu Tol Bekasi Barat.

Seperti diketahui, mulai 12 Maret akan diberlakukan kebijakan ganjil-genap ini. Bagi kendaraan bernomor polisi genap, pada tanggal genap tidak bisa masuk ke pintu Tol Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2 dan Pintu Tol Bekasi Timur. Pemberlakukan dilakukan pada pukul 06.00 sampai 09.00.

“Pemberlakuan ini diharapkan bisa mengurangi beban antar 30 sampai 40 persen,” kata Budi Karya.

Disebutkan, pemberlakukan kebijakan ini bukan hanya masalah ganjil genap. Tetapi ada kebijakan lain, yakni pembatasan kendaraan berat dan pemberlakukan lajur khusus bus umum di jalan tol.

“Niatnya adalah agar masyarakat mau beralih ke kendaraan massal, sehingga kemacetan bisa berkurang,” katanya.

Disebutkan, jika kemacetan terjadi parah akan menimbulkan kost yang sangat tinggi. Sehingga, kebijakan semacam ini diterapkan.

Kedatangan Menhub ini juga sekaligus memastikan sosialisasi yang dilakukan sudah berjalan. Termasuk kesiapan bus Transjabodetabek Premium yang dipersiapkan di Mega Mal Bekasi.

Bus Trans Jabodetabek Premium yang bertarif Rp 20 ribu akan menempuh ke Jakarta dengan jalur khusus yang diharapkan tidak macet.

Peninjauan kesiapan dilakukan di pol Bus Tranjabodetabek di Mega Mal lalu dilanjutkan ke pintu Tol Bekasi Barat 1.

Sementara, Fajar, satu warga karyawan di DKI Jakarta, mengatakan kebijakan ini harus ditindak lanjuti dengan penetapan biaya tarif kendaraan. Kalau tidak, maka orang enggan karena tarif kendaraan yang reguler bisa sangat mahal. (chotim/tri)