Wednesday, 19 December 2018

Bertemu di LP Nusakambangan

Abu Gar Diminta Terdakwa Oman Berjihad di Dalam Negeri Jika Tidak Mau ke Suriah

Selasa, 6 Maret 2018 — 14:28 WIB
Abu Gar-cw3 (2)

JAKARTA –   Abu Gar yang menjadi sakti  terdakwa teroris Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Sulaiman bin Ade Darman mengaku  pertama kali bertemu dengan Oman pada tahun 2003 di Tanah Abang, Jakarta Pusat dalam sebuah pengajian.

Kesaksiannya tersebut disampaikan pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018).

Abu Gar  mengaku datang ke pengajian tersebut  sebagai murid dari Oman bersama sekitar 20-30  jamaah lainnya..

“Anggota pengajian sekitar 20 sampe 30an. Saat itu saya datang sebagai pencari ilmu dan terdakwa sebagai Ustadz. Jadi saya menjadi murid beliau,” kata Abu Gar saat dipersidangan.

Abu Gar sendiri pernah diadili pada tahun 2005 di Ambon atas kasus terorisme dan ditahan di LP Porong. Pada tahun 2011, Abu Gar dibebaskan bersyarat.

Pada November 2016 Abu Gar diadili kembali di PN Jakarta Timur atas kasus pengeboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016.

Abu Gar mengkoordinasi salah satu pelaku pengeboman atas nama Muhammad Ali. Dirinya mengakui hal tersebut saat dipersidangan.

Abu Gar kembali menegaskan jika dirinya terakhir bertemu dengan Oman pada tahun 2004. Setelah itu baru bertemu kembali pada tahun 2015 di Lapas Nusakambangan seusai mengantar anak ke pesantren.

“Pada tahun 2015 pernah ke Nusakambangan buat ketemu Ustadz Rois. Kesana tidak sendiri, bersama jamaah lain. Sampai di dalam itu udah ada Ustadz Rois dan Ustadz Oman,” ungkap Abu.

(Baca: Jadi Saksi, Abu Gar Mengaku Murid dari Aman Abdurrahman di Pengajian)

 

Abu mengakui dirinya membesuk Ustadz Rois di Nusakambangan, karena Ustadz Rois ingin mendengarkan laporan dari dirinya. Ustad Rois adalah terpidana mati atas kasus terorisme. Namun, yang ditemui pertama oleh Abu Gar adalah Oman padahal niat awalnya menemui Ustadz Rois.

Abu Gar dan Oman berbincang membicarakan masalah keluarga dan Oman menyampaikan kabar soal pengeboman di Paris. Namun apa yang disampaikan oleh Oman, sudah terlebih dulu di dengar oleh Abu Gar melalui media.

Sebelum kembali ke rombongan pembesuk, Oman sempat mengatakan agar berhijrah ke Suriah. Jika tidak mampu hijrah ke Suriah maka berjihad lah di negeri masung-masing.

Saat rombongan pembesuk ingin pulang. Abu Gar dipanggil oleh Ustadz Rois dan melakukan pembicaraan khusus.

“Ustadz Rois menyuruh saya untuk mengkoordinasi amaliah karena beliau sudah menyiapkan orang dan uang 200 juta,” tegas Abu.

Abu merasa tidak sanggup dan tidak mampu atas perintah Ustadz Rois. Dirinya hanya diam saat Ustadz Rois berkata demikian.

Karena merasa tidak mampu, Abu Gar ke rumah Muhammad Ali di Meruya. Abu menceritakan apa yang disampaikan oleh Ustad Rois kepadanya.

“Ali langsung iyain dan bilang bersedia. Tapi saya ga nanggepin. Saya bilang biar Ustadz Rois cari orang lain dulu,” kata Abu.

Abu Gar sempat disuruh oleh Ustasz Rois untuk mengambil senjata. Namun akhirnya Muhammad Ali yang mengambil.

“Awalnya saya yang suruh ambil senjata tapi karena saya di Ambon jadi Ali yang ambil. Saya juga memberikan uang dari ATM yang sudah saya cairkan  dari Ustadz Rois kepada Ali,” ujar Abu.

Pelaku bom Thamrin lainnya tidak diketahui oleh Abu karena itu orang dari Ustadz Rois. Abu hanya mengkoordinasi Muhammad Ali. Orang-orang pilihan Ustadz Rois berkomunikasi dengan Muhammad Ali.

“Saya hanya kenal orang-orang dari Ustadz Rois melalui telegram dan saya berpesan bahwa nanti akan ada yang menghubungi mereka (maksudnya Ali). Setelah itu saya tidak pernah tau dimana pemboman dilakukan, ” tutup Abu Gar. (Cw3)