Wednesday, 21 November 2018

DPRD DKI Dukung Anies Tata Trotoar Jalan Thamrin-Sudirman

Selasa, 6 Maret 2018 — 20:21 WIB
Maket penataan jalur pedestrian di Jalan MH Thamrin-Sudirman.

Maket penataan jalur pedestrian di Jalan MH Thamrin-Sudirman.

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta segera mulai menata jalur pedestrian di Jalan MH Thamrin-Sudirman. Trotoar di sepanjang jalan protokol tersebut akan dilebarkan sampai dua kali lipat demi kenyamanan pejalan kaki.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan meski trotoar diperlebar dari lima menjadi 11 meter, namun tidak disediakan fasilitas berdagang bagi PKL. “Kawasan tersebut harus steril dari PKL,” ujar Anies di Balaikota, Selasa (6/3).

Adapun fasilitas PKL akan diupayakan berada di samping atau belakang gedung. “Untuk hal ini kami akan melakukan pendekatan dengan pengelola gedung maupun PKL,” tambahnya.

Menurutnya keberadaan PKL terutama yang jual makanan dan minuman sangat dibutuhkan kelompok karyawan yang berkantor di kawasan tersebut. Kalangan pegawai terutama yang gajinya tidak besar, tambahnya, ingin mendapatkan tempat makan yang murah meriah. “Kalau mereka tiap hari harus makan di kantin atau kafe yang berada di gedung tersebut, berat pengeluarannya karena harganya jauh lebih mahal dibanding warung PKL,” ujar Anies.

DEWAN MENDUKUNG

Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif menyatakan pihaknya mendukung penataan kawasan tersebut. “Pemprov saat ini baru mempresentasikan grand design dari proyek tersebut. Di sepanjang trotoar itu nantinya tidak ada fasilitas bagi PKL karena untuk mewujudkan trotoar yang fungsinya bebar-benar khusus bagi pejalan kaki,” kata Sekretaris Komisi A DPRD.

Di lokasi itu akan ada fasilitas interaksi seni budaya yang digelar secara rutin tiap week end dan momen khusus.

Namun ia mengingatkan pihak eksekutif jika telah memulai proyek tersebut jangan tumpang-tindih dengan proyek MRT di lokasi tersebut. “Di jalan protokol tersebut kan lagi banyak pagar pengaman proyek MRT. Percuma kalau trotoar buru-buru digarap, tapi terganggu oleh proyek lainnya sehingga hasilnya tak optimal,” kata Syarif. (joko/b)