Thursday, 21 June 2018

Sidang Bom Thamrin, Saksi Sebut Tak Ada Anjuran dari Terdakwa

Selasa, 6 Maret 2018 — 18:45 WIB
Persidangan perkara terorisme  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (cw3)

Persidangan perkara terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (cw3)

JAKARTA – Setelah dua jam lebih akhirnya sidang kasus terorisme dengan terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alis Sulaiman bin Ade Sudarma selesai, Selasa (6/3/2018). Sidang akan dilanjutlan pada Jumat (9/3/2018).

Setelah menghadirkan satu saksi, Saiful Muhtorir alias Abu Gaf yang menyatakan bahwa Oman tidak menyerukan untuk melakukan pemboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Tetapi pernyataan Abu lebih mengarah pada Ustadz Rois. Ustadz Rois Abu Syukat adalah terpidana mati kasus terorisme yang ditahan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Abu Gar mengaku dirinya tidak diserukan oleh Oman untuk melakukan pemboman di Thamrin. Oman hanya mengatakan jika tidak mampu berhijrah ke Suriah, maka berjihad-lah di negeri masing-masing.

“Tidak, tidak ada seruan dari Ustadz Oman kepada saya untuk melakukan itu (bom Thamrin),” jelas Abu.

Dalam persidangan, Abu Gar lebih banyak menyebutkan soal Ustadz Rois. Ia mengaku dirinya disuruh mengkoordinasi untuk melakukan amaliyah. Abu menjelaskan Ustadz Rois sudah menyiapakan orang dan uang 200 juta rupiah.

Abu merasa tidak mampu dan tidak sanggup. Ia menyampaikan apa yang dituturkan Ustadz Rois kepada temannya Muhammad Ali alias Rizal di Meruya. Abu mengenal Ali saat di Jamaah Islam Indonesia. Ali mengajukan dirinya dan bersiap melakukan amaliyah tersebut. Sehingga Ali menjadi salah satu pelaku dalam bom Thamrin.

Pihak kejaksaan akan memanggil saksi lain dan akan di hadirkan pada persidangan mendatang. “Iya, ini kan baru satu saksi. Nanti Jumat kita hadirin saksi yang lain. Saya lupa ada berapa saksi pokoknya banyak. Liat nanti aja ya hari Jumat,” ungkap salah satu jaksa seusai persidangan di PN Jakarta Selatan. (cw3/yp)