Monday, 22 October 2018

Dua Dari Tujuh Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Gunung Salak adalah Wanita

Rabu, 7 Maret 2018 — 14:29 WIB
Para pelaku pembunuhan supir taksi online

Para pelaku pembunuhan supir taksi online

BOGOR – Dua dari tujuh pelaku pembunuhan terhadap Justinus Sinaga (40), driver taksi online yang ditemukan tewas di Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Bogor wanita.

Salah satu diantara wanita tersebut sedang hamil tiga bulan. Saat ini polisi masih mencari dua pelaku lainnya.

Dalam pemeriksaan, ternyata kelompok ini juga terlibat dalam kejadian sopir taksi online di Sukabumi dan penggelapan mobil di Depok.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika didampingi Kasat Reskrim, AKP Bimantoro Kurniawan dan Paur Humas, Ipda Silfi Adi Putri kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolres Bogor Rabu (7/3/2018) mengatakan, ke tujuh pelaku ditangkap di beberapa tempat terpisah diwilayah Bogor. Para pelaku terancam pasal 365 ayat 4 KUHP, pasal 338 KUHP, pasal 340 KUHP.

Dalam aksi terencana ini, para pelaku berbagi peran. AN (20) berperan sebagai pemesan taksi online. Pelaku sebelum menjerat korban juga  melakukan negoisasi agar korban mau mengantar ke gunung Bunder.

MA (40) berperan sebagai perencana eksekusi dan otak kejahatan. Dia juga yang memukul kepala korban tiga kali dengan benda keras. Lalu AN (30), berperan mengikat tangan korban dan membuang korban ke jurang saat mengetahui, korban sudah tak bernyawa.

Sementara pelaku KM (40) berperan memegang tali jeratan dileher setelah AN membuang korban ke jurang. Pelaku LN alias R (27), berperan mengikat kaki korban dan ikut membuang ke jurang.

“Sementara pelaku I berperan memegang tangan korban, meminjam HP guna memesan taksi online. Lalu pelaku A memukul korban dengan gagang golok. Keduanya yang kini masih DPO, juga ikut membuang jasad korban ke jurang,” kata AKBP Dicky.

Peristiwa yang menewaskan  korban hingga mobil Toyota Avanza warna hitam nopol B 1992 EKN raib,  terjadi saat para pelaku memesan taksi online dan order menuju gunung Bunder dari titik pemesanan di Sukaraja.

“Saat naik pertama di titik pesanan hanya empat orang. Di jalan naik lagi pelaku lain. Dua diantaranya perempuan,” ujar Kapolres.

Pelaku AS  lalu menuju Subang untuk menjual hasil kejahatannya.  Di jalan, tersangka yang sudah menjadi buruan polisi ini tertangkap. Ia lalu dibawa ke kantor polisi.

Saat berlangsung pemeriksaan, Polres Subang Kota mendapat kabar, jika telah terjadi pembunuhan atas sopir taksi online. Mobil korban raib dibawa kabur.

“Jadi awalnya tersangka AS ditangkap dalam kasus penggelapan mobil di Depok. AS  kabur dan  bersama kelompoknya beraksi lagi dengan membunuh sopir taksi online,” tuturnya. “Mobil korban kini ada di  Polres Subang.”

Para pelaku memang profesinya sebagai pelaku kejahatan. Modus mereka memakai dua perempuan, agar calon korban tidak curiga.

“Dua perempuan ini sebelumnya juga  terlibat dalam kasus lain berupa penggelapan mobil di Sukabumi. MA otak kejahatan. Dua perempuan ini, mau gabung karna masalah ekonomi,” tandas AKBP Dicky.

Polres Subang dan Polres Bogor berkoordinasi mengungkap kasus ini dan pelaku diserahkan bersama barang bukti mobil curian.(yopi/Tri)