Wednesday, 26 September 2018

Menata Jalan Sudirman – Thamrin

Rabu, 7 Maret 2018 — 4:56 WIB

MENGUBAH wajah Jakarta harus dimulai dari etalasenya. Menata kawasan Sudirman – Thamrin sangatlah tepat, mengingat daerah tersebut merupakan salah satu etalase Jakarta.

Karena itu, menata kawasan tersebut harus dilakukan secara khusus, tidak saja dengan mengutamakan kelengkapan infrastruktur dan transportasi semata, juga aspek sosial dan budaya.

Di sejumlah kota besar di dunia, etalase ibu kota ditata sedemikian rupa dengan mengaitkannya sebagai daerah tujuan wisata.

Begitu juga di Indonesia, setiap kota pasti memiliki etalase. Sebut saja Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki kawasan Malioboro. Wisatawan baik domestik dan mancanegara, merasa tidak lengkap jika belum berkunjung ke Jalan Malioboro dengan beragam aktivitas budaya dan kulinernya.

Bagaiman dengan Jakarta? Kawasan Sudirman – Thamrin tentu saja berbeda dengan Malioboro. Begitu pun penataan yang akan dilakukan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempresentasikan grand design penataan kawasan Sudirman – Thamrin.

Salah satu yang akan menjadi perhatian adalah memperlebar trotoar di kiri kanan jalan protokol tersebut dari 5,5 meter saat ini menjadi 9 sampai dengan 12 meter. Di sepanjang trotoar bersih dari lapak pedagang kaki lima ( PKL) artinya tidak disediakan fasilitas berbentuk apa pun untuk PKL.

Pelebaran trotoar justru untuk memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki. Bahkan, pagar – pagar atau tembok gedung di sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin akan dibongkar, diganti dengan pembatas tanaman yang tembus pandang. Meski tetap memperhatikan faktor keamanan.

Mengembalikan fungsi trotoar sebagai akses pejalan kaki merupakan dambaan kita semua mengingat realitas yang ada, pejalan kaki pada sejumlah trotoar terasa terpinggirkan.

Kami mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta yang akan memuliakan pejalan kaki. Tentu saja penataan tidak berhenti sampai di sini. Jika ingin mewujudkan kawasan Sudirman – Thamrin sebagai etalase ibu kota, perlu dukungan fasilitas lainnya seperti tersedianya arena seni dan badaya.

Dengan begitu,pentas seni dan budaya lokal yang dikemas dengan era kini perlu digelar di kawasan Sudirman – Thamrin. Kita berharap etalase tidak sebatas keindahan lokasi, kenyamanan bagi pejalan kaki, juga ajang kreativitas pengembangan seni dan budaya lokal sebagai bagian dari pengembangan daerah tujuan wisata. (*).