Sunday, 23 September 2018

Perbaiki Jalan Rusak

Pemkot Bekasi Minimalisir Penghambat Sistem Ganjil Genap di Tol Cikampek

Rabu, 7 Maret 2018 — 17:56 WIB
Spanduk sosialisasi penerapan kebijakan ganjil-genap di depan Jalan Ahmad Yani, depan pintu Tol Bekasi Barat. (chotim)

Spanduk sosialisasi penerapan kebijakan ganjil-genap di depan Jalan Ahmad Yani, depan pintu Tol Bekasi Barat. (chotim)

BEKASI – Demi program sistem ganjil-genap di Tol Cikampek yang dimulai 12 Maret nanti, Pemkot Bekasi terus berupaya memperlancar jalur arteri, termasuk perbaikan jalan rusak.
“Kita ingin tidak ada gangguan samping dalam menyambut kebijakan ganjil genap ini,” kata Johan Budi Gunawan, Kepala Bidang Teknik Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Rabu (7/3/2018).

Disebutkan, gangguan samping itu seperti jalan rusak atau kegiatan pedagang misalnya. Sehiggga dia melaukan koordinasi dengan dinas terkait.

Kondisi beberapa jalan arteri di Kota Bekasi saat ini masih rusak bahkan berlubang. Pemkot Bekasi tengah melakukan perbaikan sehingga gangguan samping yang dihilangkan.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto mengatakan setidaknya ada 7 titik kerusakaan jalan. Titik itu masing-masing di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Joyomartono, Jalan KH. Noer Alie, sementara satu titik lagi di Jalan Ahmad Yani. “Target perbaikan sudah selesai Senin (12/3),” kata Subroto.

Perbaikan jalan menghabiskan Rp 900 juta. Hanya saja, cuaca yang tidak mendukung menjadi kendala dalam perbaikannya.

Pemkot Bekasi juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat serta Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dalam penanganan jalan rusak. Sebab ada beberapa jalan yang berstatus jalan negara dan provinsi.

Diberitakan, penerapan kebijakan ganjil genap akan mulai diberlakukan pada 12 Maret pekan depan. Penerapan kebijakan ini diprediksi akan menambah beban kendaraan di jalan arteri.

“Kita berharap masyarakat lebih memilih beralih ke kendaraan masal. Sehingga beban di jalan arteri tidak makin parah. “Enakkan naik bis,” kata Johan. (chotim/b)