Saturday, 22 September 2018

2 Sahabat ini Saling Mengingatkan, Saat Ditabrak dan Menabrak

Kamis, 8 Maret 2018 — 19:43 WIB
Asmad memakai kemeja putih Omar memakai Kemeja batik (cw4)

Asmad memakai kemeja putih Omar memakai Kemeja batik (cw4)

JAKARTA – Mendung dan hujan rintik-rintik di Poris Gaga tak pernah dirasakan Umar dan Asmat dua sahabat lama yang hampir-hampir tak bisa dipisahkan satu dan lainnya. Mereka berdua adalah pedagang kerupuk ikan khas Bangka.

Warga Cipete Tangerang ini menjajakan dagangannya di sepanjang jalan Cipondoh Tangerang. Dalam menjajakan kerupuknya Omar dan Asmad tak pernah sekali terpisah satu sama lain. Hal ini dikarenakan keduanya adalah seorang tuna netra.
Meski selalu berdua, keduanya mengaku kerap kali menabrak kala menyusuri jalan ketika berdagang. Bahkan mereka juga kerap ditabrak orang yang tak mengetahui keterbatasan mereka. “Kalau ditabrak orang pernah, apalagi nabrak sering lagi, ” ujar keduanya kepada Poskotanews.com.

Omar dan Asmad saling mengingatkan satu sama lain ketika berjalan. “Makanya mas kita ngasih kode kalau saya yang lagi di depan yaa saya kasih kode ke Umar, mar nganan dikit,” ujarnya seraya memberikan contoh.

Omar pun menuturkan bahwa dirinya pernah ditipu “Kadang ada yang jahat juga mas, bilangnya Rp50 ribu tapi pas dicek dirumah kok malah rugi berarti tadi ada yang gak jujur,” ungkapnya.

Meski pernah ditipu ia tak menyimpan dendam ataupun sumpah serapah kepada orang yang membohongi mereka. “Rejeki sudah ada yang atur, kalau kita ikhlas insyaallah ada aja milik mah,” tambahnya

Omar dan Asmad menjual kerupuknya dengan harga 7.500/ bungkus. Dia sadar jualan tidak pasti, ada kalanya total penjualannya dapat Rp100 ribu tapi ada kalanya kurang tapi sering juga lebih. Mereka tidak mengeluh dan akan terus berjualan untuk menyambung hidupnya.(cw4/us)