Sunday, 24 June 2018

Kapolda Jawa Barat: Polisi Harus Netral

Kamis, 8 Maret 2018 — 17:08 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung B Maryoto dalam lawatannya ke Pemkab Purwakarta (dadan)

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung B Maryoto dalam lawatannya ke Pemkab Purwakarta (dadan)

PURWAKARTA – Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan akan menindak tegas bila ditemukan oknum polisi terlibat dalam pilkada serentak.

“Saya tegaskan, polisi harus netral. Bila ditemukan ada oknum terlibat pilkada, segera laporkan. Saya akan menindaknya,” ujar Kapolda dalam lawatannya ke Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (08/03/2018).

Kapolda Agung melawat ke Mapolres dan Pemkab Purwakarta didampingi jajaran Polda Jawa Barat. Irjen Agung diterima Plt Bupati Purwakarta Dadan Koswara di Pemkab Purwakarta.

Turut mendampingi Kapolda Agung, Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani dan Dandim 0619 Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana. Kapolda kemudian menggelar silaturahmi dengan muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ASN Setda Purwakarta.

Menurutnya, tidak dibenarkan polisi berpolitik terlebih dalam kontestasi pilkada serentak. “Kita harus netral. Tugas Polri, menjaga dan mengamankan pilkada,” tukas Agung.

Agung meminta masyarakat, Panwaslu dan KPU bersama sama membantu kinerja polisi agar tercipta pilkada aman dan damai. “Tentu, kita tidak bisa bekerja sendiri harus bekerjasama seluruh pihak menciptakan pilkada aman dan damai,” ujarnya.

Kapolda menambahkan, apapun potensi gangguan yang muncul harus bisa cepat terantisipasi. “Agar pilkada aman, harus bebas dari berita hoaks, money politic dan juga intimidasi kepada masyarakat yang punya pilihan berbeda-beda,” katanya.

Pada bagian lain Kapolda Agung mengharapkan kasus Garut tidak terulang didaerah lain. “Dalam pilkada, independensi penyelenggara pemilu harus terjaga. Amanah dan terbebas dari praktik tercela,” seru Kapolda. (dadan/yp)