Monday, 19 November 2018

Sandi Uno Kaji Pembangunan RPTRA Sementara

Kamis, 8 Maret 2018 — 10:12 WIB
Dokumentasi/toga

Dokumentasi/toga

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan akan tetap membangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Sandi mengatakan RPTRA akan diprioritaskan dibangun di kelurahan-kelurahan yang belum memiliki ruang terbuka hijau. Sandi juga menilai keberadaan RPTRA masih dibutuhkan warga ibukota.

“RPTRA jadi suatu program yang sangat sukses dan sangat layak dilanjutkan. Kita punya keberpihakan kepada kelurahan-kelurahan yang belum memiliki ruang terbuka yang cukup, baik RTH maupun ruang terbuka yang ramah anak,” katanya di Balaikota Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (8/3/2018).

Sandi mengakui Pemprov DKI menghadapi keterbatasan lahan untuk membangun RPTRA. Menurut Sandi, untuk mengakali keterbatasan itu RPTRA akan dibangun di lahan milik warga atau perusahaan. Lahan milik BUMN atau BUMD, kata Sandi, juga bisa difungsikan.

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, untuk memanfaatkan lahan privat, Pemprov DKI tengah menggodok kebijakan berupa insentif bagi yang bersedia menjalin kerjasama. Salah satu skema yang tengah dibahas adalah RPTRA yang bersifat sementara. Nantinya, RPTRA dibangun dan dirawat pemilik lahan dengan status lahan tetap menjadi hak miliknya.

“Ada beberapa masukan bahwa mereka tertarik dengan skema tersebut, skema temporary, skema kebijakan sementara, tapi perlu ada beberapa persyaratannya. Salah satunya lahannya tetap dikuasai oleh swasta, mereka yang memelihara, mereka yang membangunnya, tapi diberikan kemudahan dari tarif PBB-nya, diberi pengurangan sesuai ketentuan,” terang Sandi.

Sandi menambahkan penyedia RPTRA juga diberikan keuntungan berupa promisi iklan. Ini bisa dilakukan di kawasan RPTRA yang dibangun. (ikbal/yp)