Wednesday, 26 September 2018

Ganjil-Genap di Tol Cikampek Diperpanjang Hingga Tambun

Jumat, 9 Maret 2018 — 16:41 WIB
Suasana arus lalulintas di Tol Jakarta-Cikampek.

Suasana arus lalulintas di Tol Jakarta-Cikampek.

BEKASI – Penerapan kebijakan pembatasan kendaraan masuk Tol Jakarta-Cikampek, diperlebar hingga gerbang tol Tambun/Mustikajaya KM 21, “Jadi tidak hanya dijaring di gerbang tol (GT) Bekasi Timur dan Bekasi Barat saja,” ujar Raddy RT Lukman, General Manajer Pt Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Jumat (9/3/2-2018).

Menurut Raddy, upaya ini dilakukan agar masyarakat pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tidak akal-akalan mencari gerbang lain untuk masuk jalan tol menuju Jakarta, pada pukul 06:00-09:00 setiap hari kerja.

Nantinya diakui akan ada perubahan arus lalu-lintas yang signifikan di jalan arteri sekitar jalan-jalan protokol di Kota Bekasi, “Karenanya tim nanti akan menjaring di empat gerbang tol, Tambun, Bekasi Timur, Bekasi Barat I dan II serta Pondokgede barat dan timur.

Raddy R Lukman mengatakan, efek pembatasan kendaraan berdasarkan nomor plat ganjil-genap di pintu Tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat akan berdampak pada 8.000 kendaraan. “Dengan pembatasan akan berdampak pada 8.000 kendaraan, khususnya pada jam ganjil genap diberlakukan,” kata Raddy.

Jumlah tersebut diambil dari angka rata-rata kendaraan yang biasa melintas di pintu Tol Bekasi Barat I dan II, serta Bekasi Timur. Rinciannya 2.600 kendaraan di pintu Tol Bekasi Barat 1, 2.400 di Bekasi Barat 2, dan hampir 3.000 di Bekasi Timur. Baca juga, “Ada 8.000 pemakai mobil pribadi akan beralih menggunakan moda transportasi lain seperti bus transjabodetabek premium, atau menggunakan rute pintu tol lain,” kata dia.

TERLALU DIPAKSAKAN

Ariyanto Hendrata, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, menilai kebijakan Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Transjabotabek), terlalu dipaksakan,
“Masyarakat belum siap, karena fasilitan moda transportasi umum masih minim dan tidak nyaman,” kata Ariyanto, saat dihubungi Pos Kota, Jumat.

Menurutnya, kebijakan itu seperti dipaksakan dan yang rugi adalah masyarakat Kota Bekasi, “Mestinya dikaji dulu dan dilakukan penelitian dan lakukan ujicoba,” tandas politisi asal PKS ini, sambil menambahkan kalau saja semua dapat melihat kebutuhan warga Kota Bekasi, pasti ada upaya lain untuk mencari solusi, bagaiamana supaya jalan tol Jakarta-Cikampek tidak macet. (saban/b)