Wednesday, 19 December 2018

Saksi Ini Sebut Target Ledakan Bukan Jalan Thamrin

Jumat, 9 Maret 2018 — 19:53 WIB
Dodi Suridi saat menjadi saksi perkara terorsme  Jalan Thamrin di PN Jakarta Selatan. (cw3)

Dodi Suridi saat menjadi saksi perkara terorsme Jalan Thamrin di PN Jakarta Selatan. (cw3)

JAKARTA – Dodi Suridi mengaku tidak kenal dengan terdakwa Aman Abdurrahman. Hal ini diungkapkannya dalam sidang kasus teroris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

Dodi merupakan saksi terakhir yang dimintai keterangannya untuk menguak kemungkinan Aman yang menjadi otak di balik bom Thamrin pada Januari 2016. Saksi adalah narapidana kasus bom Thamrin. Ia disebut sebagai perakit bom.

Hal ini juga diakuinya di sela-sela sidang hari ini. Dodi mengaku mengenal dua pelaku pengeboman di Jalan MH Thamrin.

“Kenal sama yang namanya Dian sama Azam doang. Dian yang modalin saya bikin bom,” ujar pria kelahiran 1993 ini.

Dian mengajak Dodi untuk berjihad di Indonesia, sebab saat itu kepergian Kiki ke Suriah terhalang oleh pihak Imigrasi. Dodi mengaku hanya pernah bertemu Aman di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, saat besuk bersama Ustadz Fauzan Al Anshori.

Pertanyaan lebih banyak mengarah pada alasan Dodi mau menjadi perakit bom. Juga, siapa yang membawa bom tersebut saat terjadinya peledakan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Yang bawa bom Dian. Saya pengen juga ngebom, tapi saya belum berani. Jadi saya buat-buat bom aja,” jelas Dodi dengan santai.

Menurut Dodi, target utama Dian adalah Kedubes Rusia, bukan di Thamrin. Dia tidak tahu alasan ledakan menjadi di Jalan Thamrin.

Ia mengaku ingin meledakkan gedung DPR karena membenci pemerintah. “Kalo saya pengen bom gedung MPR. Saya benci kepada pemerintah NKRI. Satu tidak adil. Kedua saya mau pergi ke Suriah dihalang-halangi,” tegas Dodi dengan nada suara tinggi. (cw3/yp)