Monday, 10 December 2018

Duel, Dulu dan Zaman Now

Sabtu, 10 Maret 2018 — 5:15 WIB
doainnnn

MASIH ingat ya, buat generasi penonton film coboy tahun tujuhpuluhan? Sang jagoan yang tak terkalahkan, pandai memainkan pistol diputar, serrr, lalu dor,dor, dor! Musuh terjungkal.

Ketika musuh tewas, si penembak, atau jagoan tak perlu risau bakalan ditangkap petugas. Mengapa, karena pada waktu itu adalah zaman dimana hukum jalanan masih berlaku. Dimana, siapa yang jago itulah yang berkuasa. Para petugas, lebih baik bersembunyi di balik mejanya ketika para gerombolan sedang beraksi. Dan masyarakat sudah terbiasa jika ada jagoan yang akan melibas para penjahat brutal.

Dan itu terbukti, ketika ada perampokan, aksi kejahatan tiba-tiba sang jagoan muncul, mengambil tindakan. Untuk dedengkot atau pimpinan bandit boleh saja menantang duel, satu lawan satu adu kecepatan, melepaskan tembakan. Itu dilakukan di lapangan terbuka, dengan ditonton masyarakat.

Duel, artinya baku adu nyali sata lawan satu, apakah itu bergulat, adu jotos, saling tusuk dengan senjata tajam, dan yang paling banyak kita kenal adalah saling tembak? Begitulah yang ada di film coboy?

Ya, itu dalam film, dan kondisi pada waktu itu, mungkin juga hukum Negara masih kurang bicara. Maka siapa yang kuat disitulah yang berkuasa. Dalam dunia persilatan pun begitu adanya, hukum rimba masih berlaku. Ciaatttt! Cras, cros, crass, cross! Pedang berkelebat, mayat bergelimangan.

Jadi jagoan yang berhati baik, dan berpihak pada kebenaranlah yang diharapkan bisa membela masyarakat yang tertindas oleh para bandit dan penguasa yang tak amanah.

Nah, kalau di zaman now ini masih ada duel,ya? Masih ada. Karena duel kan bisa saja dalam berbagai hal, misalanya dalam Pilkada? Di sini bisa adu kuat. Kuat modal, kuat program dan janji?

Duel dalam arti berkelahi? Banyak juga, dimana kasusnya hanya karena soal perut. Tapi, jangan harap bakal lepas dari jerat hukum! –massoes