Monday, 25 June 2018

Ketika Gubernur Anies-Sandi Dapat Nasihat Seniornya

Sabtu, 10 Maret 2018 — 6:50 WIB
nasehat

DEMI membayar lunas janji-janji masa kampanye, Gubernur Anies Baswedan – Wagub Sandiaga banyak melakukan “gebrakan” di Ibukota. Tapi karena banyak “gebrakan”-nya yang bikin orang gebrak meja gara-gara kebablasan, mereka dapat nasihat dari para seniornya. Dari Suryadi Sudirdja, Sutiyoso sampai Bun Yamin Ramto; semua kasih tip bagaimana membangun Ibukota.

Lain koki lain masakan, begitu kata pepatah. Begitu pula membangun Jakarta, lain gubernur lain pula caranya. Biasanya, apa yang sudah dilakukan oleh pendahulnya, gubernur yang tengah menjabat cukup meneruskan dan menyempurnakan. Itulah kesinambungan sebuah pembangunan.

Tapi Gubernur Anies dan Wagub Sandiaga lain dari yang lain. Tak mau disebut hanya meneruskan kebijakan Ahok dan Djarot, mereka mencoba tampil beda. Banyak kebijakan lama yang diacak-acak, karena demi membayar lunas janji kampanye dulu.

Belum juga menjabat, waktu itu Anies-Sandi bertekad hendak menyetop pulo reklamasi di Teluk Jakarta. Padahal itu merupakan program pemerintah pusat, hanya saja pelaksanaannya diserahkan ke Gubernur DKI. Kontan mantan Gubernur Suryadi Sudirja kasih nasihat, “Gubernur DKI harus tunduk pada pemerintah pusat.”

Tapi itu rupanya tak digubris. Sementara penyetopan reklamasi terus menimbulkan pro-kontra, Anies-Sandi membolehkan becak beruperasi di Jakarta. Mantan Gubernur Sutiyoso pun menasihati, jangan sampai Jakarta kembali seperti tahun 1970-an. Tapi Anies menangkis, biar becak masuk DKI takkan terjadi urbanisasi becak. Padahal kenyataannya, baru dua hari dia ngomong becak daerah pun menyerbu Jakarta.

Paling ramai saat Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang ditutupnya demi memanjakan 400 PKL. Banjir protes terjadi di mana-mana/ Sampai-sampai Rabu lalu mantan Wagub DKI Bun Yamin Ramto era Suprapto memberi nasihat keduanya, “Kalian harus taat aturan. Bikin aturan dulu, baru penertiban.” Kata Bun Yamin Ramto.

Akankah nasihat itu diperhatikan, atau hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri? Yang jelas soal penutupan Jl. Jatibaru Raya ini kini dijadikan pelor DPRD (PDIP) untuk menginterpelasi Gubernur Anies. Tapi apa kata Gubernuir Anies, pembenahan Tanah Abang jangan dipolitisasi. Coba….. – gunarso ts