Tuesday, 20 November 2018

Ridwan Kamil Prihatin Banyak Setu di Depok Tidak Berfungsi

Sabtu, 10 Maret 2018 — 22:22 WIB
ridwan kamil di pasar kemiri depok

DEPOK – Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali melanjutkan kampanye Pilkada Serentak di Depok, dengan mengecek beberapa cagar budaya dan situ yang ada di Depok.

Hari kedua blusukannya di Depok, Ridwan Kamil akrab dipanggil Kang Emil mengaku prihatin melihat keadaan cagar budaya yang ada di Depok seperti Setu Rawa Kalong yang keadaan sudah memprihatinkan.

“Dari data yang ada Depok memilik banyak setu. Namun keberadaan setu ini tidak disumberdayakan semaksimal mungkin dapat digunakan bagi masyarakat misal untuk hiburan atau sebagai salah satu budaya yang patut dilestarikan,”ujarnya di Situ Rawa Kalong, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (10/3) siang.

Walikota Bandung nonaktif dan calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 ini mengaku dari hasil curhatan warga, rata-rata warga Depok menginginkan memperbaiki tata ruang kota.

“Bisa dilihat situ kurang dimaksimalkan keberadaannya sehingga terabaikann, tidak ada alun-alun, dan danau atau setu yang ada tidak dapat digunakan untuk piknik,”katanya.

Menyinggung soal informasi hoak, Kang Emil menyebutkan bersama masyarakat harus mampu memberantasnya.

“Bayangkan akibat pemberitaan hoak atau tidak benar dapat memicu perang di negara lain seperti Vietnam, Irak. Dalam memerangi hoax ini perlu kebijakan warga dalam menyaring informasi dan mengecek terlebih dahulu sebelum memposting ke media sosial antisipasi hal tidak diinginkan,”tambahnya.

Selain itu Kang Emil berencana akan membangun sistem online dalam semua pelayanan umum dan ekonomi online.

“Di Bandung menjadi walikota, setiap kecamatan wajib membuat akun di medsos bersama puluhan dinas lainnya..hal hasil dalam sehari ASN dapat memposting 200 bahan segala informasi perkembangan yang ada. Sistem ini yang rencana akan saya terapkan di wilayah Jawa Barat jika terpilih Gubernur,”paparnya.

Untuk hasil perolehan suara untuk Depok sendiri, optimis bisa memegang 52 persen suara. “Yang perlu diantisipasi pilkada nanti adalah isu Hoax jangan sampai masyarakat percaya begitu saja informasi yang didapatkan untuk dikonfirmasi kebenarannya.” (Angga/b)