Tuesday, 17 September 2019

Hadapi Era Industri 4.0, Menperin Ingin SDM Industri Kuasai Bahasa Inggris dan Ilmu Statistik

Senin, 12 Maret 2018 — 12:21 WIB
Menperin Airlangga Hartarto

Menperin Airlangga Hartarto

JAKARTA – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pesimis terhadap kompetensi sumber daya manusia (SDM) domestik menghadapi persaingan di era teknologi revolusi industry keempat (Industry 4.0).

Alasannya, implementasi Industry 4.0 harus mampu meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi industri nasional.

“Peluang yang ditimbulkan era tersebut membutuhkan keselarasan antara perkembangan teknologi terkini dengan kompetensi SDM yang tinggi, ujarnya yang juga ketua umum Partai Golkar itu di Jakarta, Senin (12/3).

Untuk itu, ia mengimbau para generasi muda milenial Indonesia agar mengintensifkan pelajaran Bahasa Inggris, Statistik, dan Koding, sebagai hal mutlak untuk dikuasai oleh SDM industri agar mampu bersaing di era Industry 4.0.

Dicontohkannya pada industri telepon seluler (ponsel), Indonesia telah menjadi lokasi produksi bagi 42 merek ponsel yang ada di seluruh dunia, dengan total produksi mencapai 68 juta unit/tahun. Dimana impor ponsel yang awalnya sebesar 62 juta unit pada 2013, turun drastis menjadi 11 juta unit pada 2017.

“Hingga saat ini, total investasi di industri ponsel sebanyak Rp7 triliun, dengan menyerap tenaga kerja 13 ribu orang. Selain itu, ditambah komitmen investasi Apple USD 44 juta yang akan menyerap 400 tenaga kerja,” tuturnya. (rinaldi/tri)