Monday, 19 November 2018

Pamitnya Hendak Servis HP Malah “Servis” PIL di Hotel

Senin, 12 Maret 2018 — 6:31 WIB
lhokok

PINOKIO jika bohong hidungnya memanjang, tapi Marsih, 36, dari Ponorogo (Jatim) ini gara-gara bohongi suami malah diperpendek umurnya. Katanya mau servis HP ke Madiun, eh malah “servis” PIL di hotel. Namun celaka tiga belas, habis mesum bersama PIL, Marsih meninggal mendadak di kamar hotel.

Dalam kisah Pinokio, setiap dia berbuat bohong, langsung hidungnya memanjang. Untung itu hanya dongeng, jika dalam realita seperti itu juga, niscaya banyak politisi berhidung seperti Petruk wayang kulit. Sebab yang namanya politisi itu memang harus pinter bohong dan selalu tidak konsisten.

Ny. Marsih warga Ngebel, Ponorogo ini bukan politisi, tapi ikut-ikutan demen bohong. Bila politisi bohong yang jadi korban rakyat, bohongnya Marsih yang jadi korban suaminya, Wiyono, 43. Tapi Allah pun membalasnya dengan telak.

Wiyono – Marsih berumahtangga sejak 15 tahun lalu. Tapi di tengah perjalanan Marsih tergoda pada lelaki lain, Jodi, 38, yang jauh lebih muda dari suami dan ganteng pula. Sejak 3 tahun lalu dia menjalin hubungan dengan lelaki itu,tapi Wiyono tak pernah tahu. Di matanya istrinya tetap ibu rumahtangga yang baik, sayang suami dan sayang anak. Padahal……

Untuk memuluskan aksi mesumnya, Marsih punya sejuta alasan, dan Wiyono tak pernah mencurigai. Katanya pergi ke A, tapi prakteknya masuk hotel bersama Jodi, menunaikan hasrat dan syahwat. Maklum, gaya permainan Jodi memang sangat menjanjikan. Ibarat bulutangkis, smash-smash Jodi selalu tajam menukik.

Minggu lalu dia kembali membohongi suami. Katanya mau ke Madiun betulin HP, tapi setelah diantar suami ke tempat penyetopan bis, selanjutnya malah jalan bersama PIL-nya menuju ke hotel di Kaibon Jalan Raya Ponorogo – Madiun. Ini tempat yang selalu menjadi langgananannya. Tarifnya juga murah meriah, tarif kamar hanya Rp 50.000,-

Seperti biasanya, sore itu Marsih menservis Jodi bak suami sendiri. Tapi celaka tiga belas, habis menservis PIL-nya tiba-tiba Marsih kejang-kejang. Dan ketika dibawa ke rumah sakit, keburu meninggal di jalan. Yang jadi repot tentu saja Jodi, dia harus jadi saksi, salah-salah bisa jadi tersangka, meski kematian Marsih tak ada tanda-tanda kekerasan.

Tapi kan baru saja jadi korban “kekerasan” Jodi. (BJ/Gunarso TS)