Tuesday, 25 September 2018

Pantau Penyedotan Air Tanah, Anies Bentuk Tim Pengawas Terpadu Sumur Resapan

Senin, 12 Maret 2018 — 14:21 WIB
Gubernur DKI, Anies Baswedan saat meninjau instalasi olahan limbah di belakang Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. (cw6)

Gubernur DKI, Anies Baswedan saat meninjau instalasi olahan limbah di belakang Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. (cw6)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membentuk tim pengawas terkait adanya dugaan pelanggaran penyedotan air tanah oleh sejumlah pemilik gedung tinggi.

Tim itu sendiri bernama “Tim Pengawas Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Limbah, dan Air Tanah” dan dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 279 Tahun 2018 tanggal 6 Februari 2018.

Bersama timnya, Anies melakukan sidak ke Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kepgub ini membentuk tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan dan instalasi pengolahan air limbah serta pemanfaatan air tanah di bangunan gedung dan perumahan,” ucapnya di Balaikota DKI Jakarta,” Senin (12/3/2018).

(Baca: Anies Geleng-geleng Kepala Saat Sidak Olahan Air Hotel)

 

“Tim ini bertugas untuk melakukan pengawasan dan hari ini tim yang terdiri dari beberapa unsur di SKPD, dan juga unsur eksternal akan mulai turun ke lapangan,” sambungnya.

Nantinya, kata Anies, ada 80 gedung tinggi di Jakarta yang bakal diperiksa. Pemeriksaan itu dilakukan sampai tanggal 21 Maret 2018.

Per hari, sebanyak 5 tim, satu tim terdiri dari 10 orang, bakal menyidak sejumlah gedung tinggi di Jakarta.

“Timnya terdiri dari unsur cipta karya, lingkungan hidup, kemudian perindustrian dan energi, satpol pp, sumber daya air, serta eksternal dari balai konservasi air tanah,” kata Anies.

Anies menganggap, sejumlah gedung tinggi di Jakarta menyalahi aturan. Sebab, mereka seenaknya menyedot air tanah tanpa mengikuti tata kelola yang baik. Dampak dari hal itu membuat kontur tanah di Jakarta menurun.

“Limbah yang terbuang juga tanpa dikelola.  Kita tidak akan menoleransi lagi. Tim ini akan bekerja melakukan razia dan pengawasan dan kita meminta seluruh pemilik dan pengelola gedung untuk taat dan kooperatif,” tandasnya. (CW6/tri)