Friday, 20 September 2019

Sistem Ganjil-Genap Juga Diberlakukan di Tol Tangerang

Senin, 12 Maret 2018 — 20:42 WIB
tol tangerang

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan peraturan ganjil-genap yang diberlakukan di pintu masuk Tol Bekasi Barat, Bekasi Timur dan Tambun akan diberlakukan juga dijalur Tol Tangerang.

Pemberlakukan pembatasan kendaraan menggunakan angka ganjil dan genap pada plat nomor kendaraan pribadi di Bekasi Barat dan Timur menurut Menhub merupakan percontohan, yang selanjutnya akan dibawa ke daerah lain.

“Kita masih tinjau mengenai daerah mana saja yang mengalami kemacetan parah dan cocok untuk diurai menggunakan sistem ganjil genap, akan kita terapkan juga nanti di jalur tol Tangerang,” tutur Budi Karya Sumadi, Senin (12/3).

Namun menteri belum menjelaskan kapan waktu penerapan aturan serupa di Tangerang. Menurutnya, Jakarta-Bekasi adalah paling krusial sehingga akan dilakukan pengawasan secara intensifikasi dan ekstensifikasi dahulu.

Penerapan ganjil genap di pintu tol Bekasi, Kemenhub juga menyiapkan lahan parker serta 60 Bus Transjakarta bagi pengendara mobil pribadi yang ingin beralih kendaraan.

Selain peraturan ganjil-genap, ada juga larangan melintas untuk kendaraan angkutan barang golongan III-V seperti trailer dilarang mulai dari gerbang tol Karawang Barat, di jam yang sama mulai pukul 06-09 setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur/nasional.

Bersamaan dengan peraturan ganjil genap, Kemenhub juga menerapkan Lajur Khusus Angkutan Umum (bus), bus harus melintas di jalur paling kiri jalan tol dari Gerbang Tol Bekasi Timur hingga Jakarta dengan ketentuan hari dan waktu yang sama.

TIDAK BERLAKU DI DALAM TOL

Kepala BPTJ Prihartono menyebut pemberlakukan plat ganjil genap hanya untuk kendaraan yang akan masuk ke arah tol Jakarta dan tidak berlaku untuk mobil yang melintas di dalam tol misalnya dari Cikampek, Bandung, Karawang.

“Jadi, dicegatnya bukan di jalan tol, melainkan di pintu tol. Mobil berplat ganjil atau genap pada hari yang sama kalau masuk tolnya bukan dari Bekasi Barat dan Bekasi Timur tidak dilarang,” paparnya.

Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian meminta agar penyelenggara penerapan ganjil genap harus mendengarkan masukan dari public, jangan sampai solusi tersebut justru membuat publik menjadi lebih susah.

“Tolong dengarkan suara publik. Saya minta anggota saya untuk sigap menerima masukan dari public dan cepat tangap feedback dari publik,” ujar Kapolri. (dwi/b)