Tuesday, 11 December 2018

Untuk Hal Ini Tak Ngomong ke Jokowi, Gibran: Nambahin Pusing

Senin, 12 Maret 2018 — 5:00 WIB
Dua anak Presiden Jokowi; Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. (cw2)

Dua anak Presiden Jokowi; Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. (cw2)

JAKARTA – Kaesang Pangarep belum lama ini mengikuti jejak sang kakak, Gibran Rakabuming, dalam berbisnis kuliner. Ia meluncurkan pisang nugget dengan aneka topping, yang dinamai Sang Pisang. Ia pun mengaku pisang nugget buatannya berbeda dengan yang lain.

Menurutnya, produknya berbeda bukan karena sekedar enak. “Pisang goreng Sang Pisang itu bukan cuma pisang terus dikasih tepung, terus digoreng. Ga. Kita ada prosesnya, benar-benar seperti nugget ayam, tapi ini nuggetnya, nugget pisang. Satu lagi, yang lain rasanya enak, Sang Pisang rasanya luar biasa enak,” pungkas Kaesang pada Minggu (11/3/2018) di Cikini, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan, alasannya memilih pisang tidak bisa diceritakan dalam waktu sehari. Karena akan sangat panjang. Namun menurutnya, pisang mudah didapatkan sehingga ia memilih buah ini untuk dijadikan bahan baku produksi kulinernya.

“Kenapa pisang? Karena mudah didapatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, putra bungsu Presiden RI, Joko Widodo ini, mengaku terinspirasi untuk berbisnis dari sang kakak dan sang bapak. Namun untuk gaya berbisnis, Gibran lah yang ia ikuti.

(Baca: Anggap Gibran Nggak Seru, Kaesang Taunya Kalah Cepat Duel Kuliner)

“Terinspirasi dari kakak, dari bapak juga. Bapak dulu kan juga bisnis. Tapi kan bisnisnya gaya kuno. Nah mas Gibran ini yang gaya milineal, lebih bisa diikutin daripada bapak. Dan bapak kan banyak kerjaan, nggak pernah ngomong sama bapak juga,” jelas Kaesang.

(Baca: Bukan Jalur Politik, Gibran Mengaku Tetap Mengikuti Jejak Jokowi)

Gibran pun mengatakan dalam berbisnis ia tidak melulu mendiskusikannya dengan sang bapak. “Presiden urusannya banyak, bukan (cuma) martabak dan pisang. Kita sudah besar, nggak usah dikit-dikit kasih tau bapak. Nambahin pusing,” tandasnya.

Ia menambahkan kepada Kaesang tidak memberikan nasihat. “Nasihatnya? Nggak ada nasihat. Sudah gede.” (cw2/yp)