Thursday, 20 September 2018

Usai Sidak Hotel, Anies: Banyak Peraturan yang Dilanggar

Senin, 12 Maret 2018 — 15:23 WIB
Gubernur DKI, Anies Baswedan saat meninjau instalasi olahan limbah di belakang Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. (cw6)

Gubernur DKI, Anies Baswedan saat meninjau instalasi olahan limbah di belakang Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. (cw6)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan sidak di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Dalam hal ini, Anies menyebut, banyak peraturan yang dilanggar pengelola gedung tinggi di Jakarta, salah satunya Hotel Sari Pan Pacific.

“Barusan kita selesai melakukan pemeriksaan di sebuah hotel di Jalan Thamrin. Di sini terlihat banyak sekali ketentuan-ketentuan bahkan ketentuan perundangan yang tidak ditaati. Itu sebabnya mengapa kita melakukan pengawasan akan lebih ketat. Efek dari kerusakan lingkungan hidup yang terjadi amat besar,” ucapnya di lokasi.

Dalam sidak kali ini, lanjut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pihaknya menyoroti tiga hal. Pertama soal sumur resapan.

“Satu harus kita periksa sumur resapan, ternyata tempat ini (Hotel Sari Pan Pacific) yang seharusnya memiliki sumur resapan tidak ada sumur resapannya,” katanya.

Kedua, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) seharusnya tetap dijalankan. Tapi, fakta di lapangan, grease trap-nya tak berfungsing dengan baik.

“Grease trap itu fungsinya jebakan untuk lemak. Agar lemak dari dapur tidak terbawa ke saluran air, dijebak di situ. Tapi ternyata tadi luber, tidak diangkat teratur bahkan terbawa ke dalam saluran air dan tempat penampungan air sampai sudah mengeras,” lanjutnya.

Terakhir, perihal penggunaan air tanah sumur dalam. Faktanya Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA) tidak diperpanjang pengelola gedung.

“Di sini izinnya surat ijin pengambilan air SIPA itu terakhir tahun 2013 sudah tidak berlaku lagi, sudah kadaluarsa. Dan peletakkan alat-alatnya, alat ukur dan lain-lain tidak sesuai dengan ketentuan,” tandasnya.

(Baca:  Pantau Penyedotan Air Tanah, Anies Bentuk Tim Pengawas Terpadu Sumur Resapan)

Diwartakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat “Tim Pengawas Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Limbah, dan Air Tanah” untuk melakukan sidak terhadap gedung tinggi di Jakarta yang diduga melakukan penyedotan air tanah ilegal.

Sampai tanggal 21 Maret 2018 nanti, tim garapannya itu bakal melakukan sidak ke 80 gedung tinggi di Jakarta.

Per hari, sebanyak 5 tim, satu tim terdiri dari 10 orang, bakal menyidak sejumlah gedung tinggi di Jakarta.

Tim itu sendiri terdiri dari unsur Cipta Karya, Lingkungan Hidup, Perindustrian dan Energi, Satpol PP, Sumber Daya Air, serta eksternal dari Balai Konservasi Air Tanah.

Sidak ini dibuat berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 279 Tahun 2018 tanggal 6 Februari 2018.

(cw6/sir)