Saturday, 22 September 2018

Arab Saudi Didesak Hentikan Diskriminasi Terhadap Wanita

Selasa, 13 Maret 2018 — 11:44 WIB
Wanita di Arab Saudi berjalan mengenakan Burka. (reuters)

Wanita di Arab Saudi berjalan mengenakan Burka. (reuters)

ARAB SAUDI – Pengawas hak asasi manusia U.N meminta Arab Saudi untuk mengakhiri praktik diskriminatif terhadap perempuan, termasuk sistem perwalian laki-laki, dan memberi mereka akses penuh terhadap keadilan.

Seperti diketahui, Arab Saudi masih menjadi salah satu negara yang dianggap “mengekang” wanita. Mereka tidak memiliki menteri wanita, dan mempertahankan sistem perwalian yang mengharuskan wanita memiliki persetujuan laki-laki untuk mengambil keputusan penting.

Dalam kesimpulannya, Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) U.N. mendesak pemerintah Saudi untuk “menghapus praktik perwalian laki-laki”.

“Kami meminta penghapusan sistem, karena meskipun mereka mengatakan telah mengeluarkan undang-undang, kami menyadari bahwa dalam praktiknya sistem masih berlanjut,” kata Hilary Gbedemah, seorang anggota komite, kepada Reuters.

Gbedemah juga menegaskan bahwa perkawinan anak, perkawinan paksa dan cara berpakaian bagi wanita harus diakhiri. Perempuan harus memiliki hak untuk memilih pakaian mereka dan tidak menghadapi kekerasan atau ancaman oleh polisi agama dan wali laki-laki mereka.

“Kami melihatnya di mana wanita dianggap tidak taat kepada wali mereka, di mana mereka membutuhkan persetujuan mereka untuk menikah, bahkan berbusana pun diatur,” katanya. (embun)