Monday, 25 June 2018

Demokrat Condong ke Jokowi Poros Ketiga Tinggal Imajinasi

Selasa, 13 Maret 2018 — 5:20 WIB
poros

TAK percuma Presiden Jokowi menghadiri Rapimnas Partai Demokrat di Sentul Bogor, Sabtu lalu. Meski pakai kata bersayap, Ketum Demokrat SBY mengisyaratkan bahwa partainya akan condong ke Capres Jokowi di Pilpres 2019. Naga-naganya “poros ketiga” yang dipakai PKB untuk menakut-nakuti Jokowi tinggal menjadi imajinasi.

Hingga kini PDIP dan Nasedem sudah mendeklarasikan Capresnya di 2019, yakni Jokowi “petugas partai” yang sedang ngepos di Istana Negara hingga Oktober 2019 mendatang. Prabowo yang digadang Gerindra dan PKS, hingga hari ini belum juga menentukan sikap. Kabarnya masih merenung, memperhitungkan segala kemungkinan.

PAN, PKB, masih lihat kanan kiri untuk mencari gandengan “poros ketiga”. PAN ingin mencapreskan Ketumnya, Zulkifli Hasan. Sedangkan PKB hanyalah sekedar move atau “menakut-nakuti” Jokowi saja. Katanya, jika Muhaimin Iskandar ketumnya tak digandeng Jokowi sebagai Cawapres, maka “poros ketiga” itu menjadi alternatif.

PD sebetulnya sudah dibujuk-bujuk untuk bergabung ke “poros ketiga”, sebab PAN-PKB yang berkursi 96 di DPR, masih tekor untuk mengusung Capres altenrnatif. Dan harapan PAN-PKB jadi meredup ketika Ketum Demokrat memberi “harapan” kepada Capres Jokowi.

Sabtu lalu Presiden Jokowi menghadiri Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, Bogor. Dalam sambutannya Presiden menegaskan, dirinya seorang demokrat. Maksudnya tentu saja adalah: sebagai presiden dia sangat menghargai demokrasi, sehingga yang mencapnya sebagai pemimpin otoriter dan sangar, adalah salah besar!

Pak SBY pun lalu memberi harapan bahwa jika Allah menakdirkan, maka Partai Demokrat pada Pilpres 2019 mendatang akan bersama Jokowi. Kata-kata ini memang sangat bersayap, dan ada syarat-syarat tertentu. Memang tak dijelaskan, tapi bisa ditebak bahwa arahnya harus ada posisi untuk putranya, AHY. Bisa menteri, sukur-sukur Wapres.

Tapi untuk Wapres, kayaknya terlalu jauh. Kalau Menpora –jika Jokowi menang– masih masuk akalah. Dan bila benar-benar Demokrat bergabung dengan koalisi PDIP, PKB dan PAN harus menyimpan imajinasi “poros ketiga” dan paling-paling bergabung ke koalisi Gerindra. -gunarso ts