Thursday, 19 July 2018

Jangan Kirim Surat ke G-Dragon yang Sedang Wajib Militer

Selasa, 13 Maret 2018 — 22:32 WIB
G-Dragon yang dermawan.(Ist)

G-Dragon yang dermawan.(Ist)

KOREA– Penggemar G-Dragon diminta untuk tidak mengirim surat elektronik ke pangkalan militer tempat dia menjalani wajib militer.

Soalnya pangkalan militer tersebut sampai kehabisan kertas karena harus mencetak semua email tersebut untuk diserahkan kepada superstar itu, menurut perusahaan manajemennya.

“G-Dragon menghadapi kesulitan dengan para penggemar yang mengirim terlalu banyak surat ke unitnya,” tulis YG Entertainment.

“Mohon menahan diri untuk tidak mengirim surat dan kami akan menghargainya.”

Lompati Facebook pesan oleh G-DRAGON

Di Korea Selatan, semua pria dewasa yang berusia 18 tahun hingga 35 tahun harus mengikuti wajib militer selama dua tahun.

G-Dragon -yang berusia 29 tahun- adalah anggota bad K-Pop, Big Bang, yang terkenal di seluruh dunia. Dia terdaftar masuk wajib militer pada 27 Februari dan sejak saat itu mendapat banyak surat dukungan.

Namun banjir surat menimbulkan masalah di pangkalan militer itu karena tentara lainnya jadi tidak bisa mendapatkan surat dalam bentuk cetakan untuk mereka.

Sejumlah penggemar G-Dragon bersimpati atas masalah tersebut dan menyatakan dukungan atas permintaan agar tidak mengirim surat kepadanya.

Salah seorang pengguna Twitter dengan akun Sexy Boy-Riri, antara lain memohon agar militer Korea Selatan dihormati karena banyak yang harus mereka lakukan.

Sementara Ivory Blue mengingatkan bahwa GD bukan satu-satunya orang di unit tersebut.

“Email harus dicetak di kertas dan disampaikan kepada para tentara, namun tinta dan kertas A4 di batalion sudah habis dan G-Dragon merasa bersalah terhadap rekan-rekan tentara di sana.” Demikian disampaikan pernyataan YG Entertainment, seperti dilaporkan The Korea Times.

“G-Dragon mengucapkan terima kasih atas kekhawatiran para penggemar atas tugas militernya. Pada saat yang sama, dia minta maaf tidak bisa membaca semua surat yang dikirim kepadanya. Namun sekali lagi, mohon pertimbangkan situasi yang sulit ini.” (BBC)