Sunday, 18 November 2018

Kapolresta Depok Deklarasi Anti Hoax dan Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Selasa, 13 Maret 2018 — 16:15 WIB
Kapolres bersama unsur Forkompimd, ulama, masyarakat, agama, dan para ketua Partai Politik, ketua ormas bersama Wakil Walikota Depok Melakukan deklarasi anti hoax.(angga)

Kapolres bersama unsur Forkompimd, ulama, masyarakat, agama, dan para ketua Partai Politik, ketua ormas bersama Wakil Walikota Depok Melakukan deklarasi anti hoax.(angga)

DEPOK – Kapolresta Depok lakukan Deklarasi Anti Hoax dan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman utama Polresta Depok, Selasa (13/3/2018).

Dalam deklarasi yang dipimpin Kombes Didik Sugiarto, hadir  semua unsur Forkompimda, Tokoh Masyarakat, Agama, Ormas, remaja sekolah, dan  para ketua Partai Politik.

“Masyarakat diminta untuk arif dan bijak dalam menggunakan medsos serta melawan dan menolak HOAX,” ujar Kombes Didik, usai acara kepada Poskota.

Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengatakan, informasi hoax perlu ditanggulangi supaya tidak menjadi gangguan kejahatan konvensional.

“Dengan deklarasi bersama anti hoax ini ikut menjaga kamtibmas aman dan kondusif. Serta menjaga Pilkada serentak berjalan kondusif di wilayah Polresta Depok,” tutupnya.

Pemusnahan BB

Dalam pemusnahan barang bukti narkoba,  Wakasat Narkoba Polresta Depok AKP Darminto mengatakan ada 30 Kg ganja, dan 92 gram sabu yang dimusnahkan.

Musnahkan Barang Bukti Narkoba

“Barang bukti yang kita musnahkan berupa 30 Kg ganja didapatkan dari dua orang tersangka,” katanya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Sawangan ini mengatakan, wilayah Depok sekarang ini selain menjadi tempat pemasaran juga sudah menjadi produksi narkoba juga.

“Seperti pengungkapan kasus di tahun 2017 tim bekerjasama dengan BNN menggrebek lokasi home industri di  daerah Cinere  tempat pembuatan ekstasi yang beroperasi setahun lebih,” paparnya

Menanggapi hal tersebut Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna menambahkan pihaknya sangat mendukung deklarasi anti hoax ini diikuti semua lapisan masyarakat dan lembaga hukum pemerintah.

“Mari kita ciptakan Kota Depok menjadi kota yang aman dan kondusif. Jauh dari informasi Hoax dan masyarakat pintar menyaring informasi sebelum disebar ke medsos,” tutupnya. (Angga/tri)