Tuesday, 17 July 2018

Kementerian Pariwisata Targetkan 50 Penghargaan Internasional Tahun 2018

Selasa, 13 Maret 2018 — 21:19 WIB
Peserta berfoto Menteri Arief Yahya. (dok. Kemenpar)

Peserta berfoto Menteri Arief Yahya. (dok. Kemenpar)

JAKARTA – Target tinggi dibidik Menteri Pariwisata Arief Yahya tahun 2018 ini. Selain akan mendatangkan 17 juta wisatawan, ia juga membidik 50 penghargaan internasional. Tren positif kinerja Kementerian Pariwisata membuat Arief Yahya optimis target itu tercapai.

“Tahun ini, kita menargetkan 50 award. Hingga detik ini, sudah dapat 21 award. Yang terakhir di ITB Berlin beberapa waktu lalu,” ujar Menpar Arief Yahya, Senin (12/3).

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Koordinasi Menaikan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata Internasional, di Hotel Santika Jakarta.

Menurut Menpar, penghargaan yang menjadi target itu akan digolongkan menjadi lima kategori. Tujuannya untuk mengetahui kategori mana yang akan difokuskan. Lima kategori tersebut adalah diamond, platinum, gold, silver, dan bronze. Ia juga menunjuk Vita Datau Mesakh sebagai ketua tim pemenangan.

“Ada Top 10 award dengan kategori diamond yang kita sasar. Kategori itu dikeluarkan dari lembaga-lembaga resmi dunia. Ada dari United Nation-World Tourism Organization (UNWTO), The World Legacy Awards (WLA), Asean Tourism Association (ASEANTA), The World Travel & Tourism Council (WTTC) dan Travel FilmFest (TRAFF) . Jadi kita tahu fokusnya harus dimana,” terang Menteri Arief.

Menurutnya untuk mencapai target itu, banyak hal yang harus dipersiapkan. Tetapi, Kemenpar tidak khawatir karena memiliki berbagai sumber yang bisa diandalkan. Seperti atraksi, alam, budaya, serta management marketing.

“Jadi yang terkait atraksi saya tidak khawatir. Atraksi kita bagus-bagus misalnya marine tourism, kita selalu menang terus. Lalu yang terkait managemnt di marketing kita kuat. Tetapi kita lemah di environmental sustainability, isu sampah kita lemah dan infrastruktur
juga masih lemah. Sehingga Kita harus paham posisi-posisi seperti itu, dan mana yang harus diperkuat,” ujarnya.

Namun, Menpar menyadari pencapaian terget bukan hanya tanggung jawab tunggal Kementerian Pariwisata. Menurutnya, akan menjadi sesuatu yang lebih menarik apabila hal ini menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh komponen bangsa saling mendukung dengan semangat “Indonesia Incorporated”.

“Jadi awards akan meningkatkan, peringkat Indonesia. terutama terkait tentang rangking brand. Lalu yang terkait dengan alam atau culture, karena ada juga penilaian tentang cultural resouces dan cultural resources,” ujarnya.

“Bangsa Indonesia bisa memenangkan persaingan, Sebelumnya, pariwisata kita tidak dianggap. Tapi sekarang sangat dianggap. Jadi kita kalo berbicara pariwisata di luar negeri tidak perlu minder, terlebih di ASEAN. kita sudah diakui,” sambungnya.

Menteri asal Banyuwangi ini menambahkan, award-award yang didapat akan mendongkrak level 3C, yaitu confidence atau rasa percaya diri internal, credible atau semakin dipercaya orang eksternal, dan calibration dalam mendekatkan pada standar global di antaranya
ditetapkan dalam standar pariwisata ASEAN.

“Kampanye branding Wonderful Indonesia telah meningkatkan performance Indonesia. Hal ini terlihat dari popolaritas Wonderful Indonesia melonjak dari status tidak tercatat menjadi ranking 47 dunia, sedangkan Truly Asia (Malaysia) dan Amazing (Thailand) masing-masing
berada di posisi 83 dan 97 dunia,” ujarnya. (prihandoko)