Monday, 21 May 2018

Ketua DPR Minta Kerjasama Indonesia-Kazakhastan Ditingkatkan

Selasa, 13 Maret 2018 — 20:23 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Senat Parlemen Kazakhstan H.E. Mr Kassym Jomart Tokayev. (ist)

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Senat Parlemen Kazakhstan H.E. Mr Kassym Jomart Tokayev. (ist)

JAKARTA- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menginginkan kerjasama bilateral antara Indonesia – Kazakhstan ditingkatkan. Bamsoet membuka pintu DPR RI melalui fungsi legislasi untuk membantu pemerintah Indonesia – Kazakhstan meningkatkan investasi di masing-masing negara.

“Nilai perdagangan Indonesia – Kazakhstan tahun 2017 mencapai 52,92 juta dollar USD, meningkat dari tahun 2016 yang hanya 22,12 juta dollar USD,” tutur Bamsoet saat bertemu Ketua Senat Parlemen Kazakhstan H.E. Mr Kassym Jomart Tokayev dan delegasi anggota Parlemen Kazakhstan di DPR RI, Jakarta, Selasa (13/3).

Bamsoet mengatakan, 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Kazakhstan, hubungan kedua negara terus berjalan dengan baik. Tidak ada masalah politik maupun gangguan lainnya. Kedua negara juga sudah membentuk Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Forum Konsultasi Bilateral.

“Hubungan baik ini merupakan modal penting dalam meningkatkan kerjasama kedua negara. Khusus di bidang perdagangan, saya minta tolong Mr. Kassym Jomart Tokayev memberikan kemudahan bagi Indonesia melakukan ekpor beberapa produk ungulan yang sudah masuk ke Kazakhstan, antara lain minyak kelapa (kopra), minyak sayur, produk kecantikan kulit dan lem,” kata Bamsoet.

Mr. Kassym Jomart Tokayev menyambut baik tawaran tersebut. Beliau juga menjelaskan Kazakhstan saat ini aktif terlibat dalam One Belt One Road yang digagas China. Sehingga mereka mempunyai akses kerjasama ke pelabuhan di China.

“Kami menilai Indonesia merupakan key partner dalam mengembangkan hubungan Kazakhstan ke berbagai negara lain di Asia Tenggara. Kami harap melalui akses pelabuhan di China, bisa mempermudah akses laju barang Indonesia – Kazakhstan sehingga dapat meningkatkan kerjasama perdagangan kedua negara,” ujar Mr. Kassym Jomart Tokayev. (rizal/b)