Thursday, 19 July 2018

Pelaksanaan Ganjil-Genap di Tol Cikampek Diklaim Berhasil

Selasa, 13 Maret 2018 — 21:10 WIB
Petugas periksa mobil yang mau masuk ke Gerbang Tol Bekasi Barat

Petugas periksa mobil yang mau masuk ke Gerbang Tol Bekasi Barat

BEKASI -Sebanyak 160 unit kendaraan dihalau tidak boleh masuk Tol Jakarta-Cikampek melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan GT Bekasi Timur, pada hari kedua penerapan kebijakan Ganjil Genap, Selasa (13/3/2018).

Berdasarkan data dari Jasa Marga cabang Japek, jumlah kendaraan yang dihalau saat penerapan pelat ganjil-genap mulai pukul 06.00-09.00, sebanyak 108 unit. Namun jumlah tersebut lebih rendah dibanding pelaksanaan hari pertama kebijakan ini Senin (12/3/2018) kemarin dengan 253 unit.

Deputi General Manager Traffic Manajemen Lalu Lintas PT Jasa Marga cabang Japek, Cece Kosasih menilai, kesadaran masyarakat atas kebijakan ini kian tumbuh dengan menurunnya jumlah kendaraan yang dihalau petugas. Pengendara berpelat genap pada Selasa (13/3) pagi, otomatis beralih ke jalur arteri atau menaiki angkutan umum berupa bus Transjabodetabek menuju Jakarta.

Bus ini disediakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dengan menggandeng perusahaan otobus (PO). Bus ini bersiaga di Mega Bekasi City Kecamatan Bekasi Selatan dan Kawasan Light Rail Transit (LRT) City Kecamatan Bekasi Timur. “Artinya sosialisasi yang dilakukan pemerintah dan pengelola tol berjalan lancar karena pengguna kendaraan yang dihalau petugas cenderung menurun,” kata Cece pada Selasa (13/3).

Menurut dia, rasio jalan raya terhadap kendaraan di ruas tol setempat juga menurun. Dulu yang awalnya bisa menembus angka 1 dengan makna terjadi kemacetan, kini berada di kisaran 0,8. Dengan poin sebesar itu, kata dia, laju kendaraan di sana tidak lagi tersendat.

Pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan 40 km/jam sampai 60 km/jam. “Kalau sebelumnya laju kendaraan 20 km/jam sampai 40 km/jam. Sekarang sudah lebih baik,” ujarnya.

Kepala Humas Jasa Marga cabang Japek, Irwansyah menambahkan volume kendaraan di ruas tol saat pemberlakukan kebijakan ini juga menurun hingga 35-37 persen. Sebelum pemberlakuan aturan ini, jumlah kendaraan yang melintasi gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur mencapai sekitar 8.000 unit.

Penurunan volume kendaraan ini, kata dia, tidak berimplikasi pada pendapatan Jasa Marga. Dia menyebut justru menguntungkan Jasa Marga karena kendaraan yang masuk justru berganti karena arus di sana mulai mencair. Pengendara dari gerbang tol lain, mulai beralih ke tol melintasi ruas tol Japek.

“Penurunan volume kendaraan kan dari gerbang Bekasi Barat dan Bekasi Timur saja, sementara pengendara dari Cikarang seperti Tambun, Cibitung dan daerah lainnya bertambah karena mereka melihat arus lalu lintas di tol semakin lancar,” ujar Irwansyah. (saban/b)