Monday, 10 December 2018

Pesawat Jatuh di Nepal, 49 Penumpang Meninggal

Selasa, 13 Maret 2018 — 6:55 WIB
pesawat-jatuh

NEPAL- Setidaknya 49 orang meninggal dan lebih dari 20 luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh saat mendarat di Bandar Udara di Kathmandu, Nepal, Senin (12/03) sore waktu setempat.

Saksi mata mengatakan pesawat jatuh dan terbakar saat mencoba mendarat untuk kedua kalinya.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti mengapa pesawat jatuh, namun penyelidikan dilaporkan difokuskan pada kegagalan komunikasi antara pesawat dan menara kontrol.

Maskapai swasta Bangladesh yang mengoperasikan pesawat, US-Bangla, menuduh kesalahan ada pada petugas di menara kontrol.

“Menara kontrol memberi perintah yang salah. Pilot kami tidak melakukan kesalahan,” kata Imran Asif, direktur US-Bangla, kepada wartawan di kantornya di Dhaka.

Ia menyebut pilotnya sangat berpengalaman. “Jam terbangnya lebih dari 5.000. Perintah dari menara kontrol tak jelas,” katanya.

Namun pengelola bandara menyatakan pesawat mendekati landasan dari arah yang salah.

“Pesawat diberi izin untuk mendarat dari sisi selatan … tapi pesawat mendarat dari arah utara. Kami tak tahu mengapa sampai terjadi pendaratan yang tak biasa ini,” ujar Sanjiv Gautam, direktur jenderal Badan Penerbangan Sipil Nepal, seperti dikutip Kathmandu Post.
Kisah korban yang selamat

Manajer bandara, Raj Kumar Chettri, kepada kantor berita Reuters mengatakan pesawat menabrak pagar sebelum menyentuh landasan.

“Mestinya pesawat mendekati landasan dari arah yang semestinya,” katanya.

Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, berjanji bahwa penyelidikan akan dilakukan secara komprehensif.

Pesawat berusia 17 tahun ini tengah melayani rute Dhaka-Kathmandu saat jatuh. Sebagian besar penumpang berkewarganegaraan Bangladesh dan Nepal. Jumlah total penumpang dan awak pesawat 71 orang.

Salah satu korban yang selamat, Basanta Bohora, warga Nepal yang sehari-hari bekerja sebagai staf biro perjalanan mengatakan pesawat mulai memperlihatkan gelala-gejala yang tak biasa saat mendekati Kathmandu.

“Tiba-tiba saja pesawat berguncang keras dan kemudian terdengar suara ledakan yang sangat keras,” kata Bohora kepada Kathmandu Post.

“Saya duduk di dekat jendela dan bisa memecah kaca jendela,” tambahnya.

“Setelah keluar dari pesawat saya tak ingat lagi apa yang terjadi. Seseorang membawa saya ke rumah sakit … saya mengalami luka-luka di bagian kepala dan kaki. Saya beruntung bisa selamat,” katanya.

Beberapa pihak mengatakan ini adalah salah satu kecelakaan penerbangan terburuk di Nepal dalam beberapa dekade terakhir. (BBC)